BLOG DALAM KEADAAN SEDANG DI REPARASI||MOHON MA`AF APABILA MASIH BANYAK KEKURANGAN||TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG

Padamnya Rasa Cemburu

Padamnya Rasa Cemburu -

Banyak kita jumpai fenomena dimana seorang suami tidak lagi merasa berat hati melihat istrinya keluar rumah berdandan lengkap dengan beraneka ragam make up yanga ada dipipi, alis, bibir dan dialisnya. Sang istri datang ke pesta, datang ke perbelanjaan, ke tempat kerja dengan pakean yang "seadanya" pakean yang tidak menutup aurat.

Terlebih ketika ada laki-laki lain yang mendekati mengajak mengobrol yang memuji kecantikan istrinya, seolah tidak ada darah yang mengalir ke kepalanya, tidak merasa panas hatinya dan malah menganggap suatu kebanggan istrinya dipuji oleh orang lain karena memperlihatkan "auratnya".

Yang paling ironis adalah sang suami memandang kejadian diatas semua itu adalah hal yang biasa, orang yang perfikir maju, moderat, penuh pengertian dan mengikuti perkembangan jaman. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.

Kebodohan dan kebobrokan ahlak yang sangat parah pun menimpa, tatkala ghirah itu hilang, tatkala bara api itu padam dari hatinya. Seorang suami tidak memilik ghirah terhadap istrinya, tidak ada rasa cemburu kepada istrinya yang membuat dia harus menjaga istrinya dengan baik. "Menyimpannya" didalam istana yang mulia agar terhindar dari tatapan nakal dan sentuhan orang yang tidak halal untuknya.

Ghirah yang hilang

Betapa orang-orang dahulu begitu menjaga wanita mereka, tidak mereka biarkan wanita mereka terlihat oleh mata-mata yang halal, apalagi dari sentuhan. Merupakan suatu aib bagi mereka bila wanita keluar tanpa menutup seluruh tubuhnya. Suatu cela bagi mereka bila ada laki-laki lain berbicara dengan wanita mereka.

Mereka lazimkan wanita untuk mengenakan perhiasan rasa malu dan 'iffah (menjaga kehormatan dan harga diri). Perbuatan itu bukanlah sekedar tradisi suatu bangsa atau budaya bangsa tertentu. Namun yang demikian adalah syariat didalam agama islam.

Jauh sebelumnya Rosullulah pernah mengingatkan kepada kaumnya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya :

"Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan Allah menjadikan kalian sebagai pengatur didalamnya dengan tirun temurun, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Maka hati-hatilah kalian dari dunia dan hati-hatilah kalian dari wanita karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil adalah para wanitanya" (Shahih, HR. Muslim no 2742)




Artikel Terkait:

0 komentar: