BLOG DALAM KEADAAN SEDANG DI REPARASI||MOHON MA`AF APABILA MASIH BANYAK KEKURANGAN||TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG

Fakta-Fakta Seputar Mahasiswa

Menjadi seorang terpelajaar itu tidak mudah, butuh perjuangan yang panjang untuk menuju kesana, dan setelah menyandang kaum terpelajar anda juga akan mendapat berat untuk memanggulnya. Dan Ingin tahu seperti apa serunya kehidupan mahasiswa? Yuk, simak langsung di sini!

1. Mahasiswa belajar membedakan keinginan dengan kebutuhan, sama tanggung jawab dengan diri sendiri.

Menjadi mahasiswa dan punya banyak kawan baru akan menjadikanmu memiliki lingkungan baru yang kamu miliki, dan lingkungan baru itu akan mempengaruhi dirimu. Pasti akan menimbulkan sebuah problematika ketika keinginanmu yang begitu tinggi tidak diimbangi dengan kebutuhan mu.

Hal ini sering terjadi ketika orang tua kita memberikan "gaji" yang pas pasan saja.

A : Aku pengen beli Novel Ketika Cinta Bertasbih.

B : Loh, apa kamu gak mau beli pengantar ilmu pertanian aja. Itukan lebih penting buat kamu.

A :<*^(^%*



2. Mahasiswa aktif ke perpus menjelang ujian dan mau skripsi.

Menjelang Ujian kamu akan menjadi sering ke perpustkaan karena catatan  yang ada dibuku kamu hanya coret-coretan lingkaran atau main map yang tidak jelas, celakanya perpustakaan selalu penuh kala ujian mendekati. Apalagi jika kamu seorang mahasiswa akhir yang sendang mengerjakan skripsi, maka kamu akan lebih akrab dengan penjaga perpus. 


fotografi.blog.gunadarma.ac.id
3. Mahasiswa Bakal Panik Kalau Komputer atau Laptopnya ngadat

Komputer dan laptop menjadi barang penting bagi seorang mahasiswa, karena saat ini kedua barang itu menjadi penunjang mahasiswa. Terlebih bila file file kamu ada disitu semua



Baca Selanjutnya » Fakta-Fakta Seputar Mahasiswa

Hati-Hati Dengan Perhatian Berlebihan

Jangan berharap ketika ada orang yang perhatian dengan mu, terkadang kita terlalu hanyut dalam lena dan buain rayu peratian sehingga terjadi hal yang tak diinginkan.

Hal ini terjadi pada teman ku yang baru pulang dari perantauan, entah mimpi apa semalam dia. Pulang merantau dari tanah jawa untuk membawa sebongkah berlian sirna sudah. Setelah di terminal ia tergoda dengan perhatian berlebihan dari seorang wanita berparas cantik.

Wanita yang seyogyanya memiliki sifat yang lembut memang benar, wanita yang entah seperti apa juga bentuk penampakannya aku tak tau, tega meracun teman seperjuanganku.

Temanku tergeletak lemas tak berdaya, berlian yang ia bawa sirna berpindah tangan ke wanita yang baru dia kenal.

Berhati hatilah kepada orang yang memberikan perhatian berlebihan, hawatir memiliki agenda lain dibalik bentuk perhatiaanya.

Jangan mudah terlena dengan perhatian berlebihan, Anda bisa tertipu.


Demikian postingan yang ane buat saat ini, ma'af banyak kesalahan dan terlalu bertele-tele dalam penjelasan
Baca Selanjutnya » Hati-Hati Dengan Perhatian Berlebihan

Titik Awal Dibulan Desember *=Kezoapatis=*

Titik Awal Dibulan Desember

Kezoapatis

Jauh jauh hari aku mempersiapkan agenda liburan di bulan desember ini, ketika orang-orang sibuk untuk mempersiapkan acara akhir tahun akupun tak mau ketinggalan untuk mengikutinya. Ada banyak agenda yang telah aku susun untuk mengisi liburan dibulan desember, ada beberapa poin yang telah menjadi target terlaksana dalam liburan  ini.

Terselip dalam target target yang telah aku agendakan adalah bertemu dengan dia ? Iya, Dia. Dia yang akan banyak aku ceritakan dalam tulisan ini, bermula dari email yang masuk pada siang hari itu.

Seperti drama mini pertemuan rangga dan cinta yang sedang hit di youtube. Seperti Itulah awal mula aku bertemu dengan dia.

Dia adalah sosok yang selama ini aku coba untuk jauhi dan yang aku coba lupakan. Hal itu terinspirasi dari kata-kata Ali, yang mencintai dalam diam kepada Fatimah.

Kata-kata yang aku kutip adalah " Ya Allah, Kau tau, hati ini terikat suka akan insan ciptaanMu. Tapi aku takut, cinta yang belum saatnya akan membuat aku tidak bisa mencium bau surgaMu. Berikan aku kekuatan untuk menjaga cinta ini,  sampai tiba waktunya. Andaikan Engkau mempertemukan aku kelak, izin akan aku untuk melupakannya sejenak. Bukan karena aku tidak mencintanya, tapi karena aku benar-benar mencintainya."
Sungguh kata-kata yang sangat mengispirasi untukku.

Tapi entahlah, hati ini ingin rasanya bertemu dengan sosok yang selama ini aku istirahatkan untuk memikirkannya.

Tiba pada waktu yang telah aku tetapkan dalam kalender akhir tahun untuk melaksanakan liburan Kekota yang selama hampir 2 tahun telah aku tinggalkan, kota
Kota yang turut memberikan warna dalam hidupku, kota yang memberikan pelajaran dunia selama 3 tahun, kota yang telah memberikan izin untukku bertemu dengan Dia. Kota hujan, kota seribu angkot, Kota Bogor yang aku rindukan.

Stasiun Bogor menjadi saksi pertemuan ku dengan Dia, yang hampir 2 tahun tidak bertemu, 2 tahun tak berkomunilasi, 2 tahun tak memberi kabar, 2 tahun memenjarakan rindu ini.

Tak banyak perubahan yang terlihat ketika aku melihat sekilas ke arah Dia, kecuali senyum memaksa yang aku baca dari wajah manisnya, tepat disamping pintu masuk stasiun Dia menunggu, memakai baju warna kesukaanku.

Betapa aku bahagia bisa bertemu dengan dia, aku pasang senyum tulus dari dalam hati berharap dia akan memberikan respon yang sama terhadap senyumku, pertemuan yang menjadi permintaan hati kecilku, sebuah agenda yang terselip bisa terlaksana.

Kota Jakarta menjadi tujuan untuk pelepas rindu, tak terlalu banyak percakapan selama perjalanan, rasa canggung masih membayang


Selama perjalanan menuju Kota Jakarta, hanya curi-curi pandang yang aku lakukan, terkadang mataku saling beradu dan aku tertunduk malu.
                                             
"Ada apa ?" kata yang aku ucapkan ketika menutupi rasa malu ku.

"Gak kenapa-kenapa." jawab dia singkat.

Niat hati ingin banyak bertanya tentang kabar Dia selama ini, aktivitas apa yang telah dilakukan, petualangan apa yang ditahlukkan, target apa yang telah dicapai, perjuangan apa yang telah dipikirkan. Namun apa daya, berhadapan duduk dikursi dengan jarak 200 cm didalam kereta Commuter Line menjadi penghalang ku untuk bertanya itu semua.

Curi curi pandang aku lakukan, lagi lagi mata ini saling beradu, dan aku hanya bisa tersenyum melihat Dia yang selama ini tak lepas dari doa-doa ku.

"Kenapa ?" Itu kata yang aku pahami dari bahasa bibir yang Dia gerakkan, karena kereta makin penuh sesak tak memungkinkan untuk mendengar kata yang dia ucapkan.

Aku cuman bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum untuk menutupi rasa malu itu.

Coba aku alihkan dengan membaca buku tentang kepemimpinan, berharap buku itu akan mengalihkan fokusku untuk melihat dia 200 cm hadapanku. Sia sia aku mencoba untuk membaca, tapi mata ini tetap saja ingin melihat Dia yang selama ini cuman aku lihat dilayar Handphone atau laptop dijejaring sosialnya.
Ingin rasanya aku berdiri dari tempat duduk dan berjalan tak lebih dari 3 langkah kedepan untuk tepat dihapannya namun apa daya, tak menemukan moment yang pas untuk itu.

Tak lama kemudian, perasaan ini memberontak memerintah otak untuk menjalankan otot-otot untuk bergerak dari zona nyaman, berdiri dihadapan Dia dan bisa puas memanjakan perasaan rindu untuk Melihat tepat dihadapanya.

Langkah ini semakin semangat ketika melihat senyum manisnya, seperti memberikan dukungan walau badan ini lelah setelah menempuh perjalan Lampung-Bogor ditambah ke Ibu Kota ini.

Walau jarak bukan menjadi kendala lagi, ternyata lidah malah menjadi kaku untuk berbicara. Perjalan Bogor-Jakarta seperti makan tanpa dikunyah lewat begitu saja.

Monas menjadi tujuan saat itu, perjalanan dari Stasiun Juanda sampai gerbang monas menjadi pelebur kencanggungan, obrolan-orolan ringan banyak kita lakukan, sehingga 1000 meter jarak yang ditempuh menuju gerbang Monas tak membuat kaki pegal waktu itu.

Sempat aku dan Dia duduk berteduh sambil menikmati Air kelapa muda dan Mie Instan, obolan-obrolan berat mulai kita bicarakan, bercerita tentang perjalanan selama 2 tahun, cerita tentang revolusi di 2015 dan banyak hal lagi.

Aku hanya tertarik ketika dia bertanya.

"Kakak mau gak sama aku ?" dia bicara sambil tak memperhatikanku.
Aku hanya diam mendengar dia bertanya itu, sambil otak berpikir memberikan jawaban yang pas untuk jawaban itu. Namun setelah berpikir lamapun otakku tak mampu memberikan jawaban yang tepat, aku cuman mengelak.

"Ganti pertanyaan aja deh, susah jawabnya." Aku cuman bisa nyengir kuda.

Dia kembali mengulang pertanyaan dengan menambahkan penjelasan yang jelas dan alasan pendukung yang membuat aku makin berfikir keras untuk menjawabnya. Lagi lagi aku hanya bisa mengelak dengan menjawab
                                            
"Itu ada pilihan gandanya gak ?" Sambil aku tersenyum melihat wajah manis dia yang berubah pasif menahan emosi.

"Yes or No ?" Jawab dia tegas.
Aku merubah posisi duduk berfikir kembali untuk mencari jawaban yang cuman dua pilihan. Dan aku menceritakan perasaanku yang telah aku belenggu selama kurang lebih 2 tahun, mencoba untuk membagi perasaan yang aku alami.

Tak mendapatkan titik terang yang jelas dari jawabanku, dia mengajakku untuk naik naik ke puncak Monas.
Sepanjang jalan menuju loket, dia juga menceritakan apa yang dirasakan selama ini.

"Cinta dalam diam." gumanku dalam hati, sambil mendengarkan cerita yang Dia rasakan selama 2 tahun ini.

2 tiket sudah ditangan untuk ke museum monas, namun tidak bisa menuju kepucak karena antrian ke puncak monas sangat panjang.
Tepat disana waktu menujukan pukul 12.05, waktu adzan untuk daerah jakarta dan sekitarnya.

Setelah itu dia menginturksikan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu dan sempat terdengar samar-samar.

"Yaudah kita sholat dulu, doa kepada Allah untuk mencari solusi yang terbaik dalam keputusan ini." sebuah kata-kata tegas dan menunjukkan kedewasaan dari Dia yang selama ini aku kenal manja.

Aku langsung merespon dengan senyuman dan anggukan kepala sambil memuji pemikirannya yang makin dewasa, ternyata perubahannya ada dalam diri, bukan hal-hal yang terlihat dalam bentuk fisik, tapi sesuatu yang dirasakan oleh perasaan yang mulai peka terhadap perubahan Dia.

Setelah sholat aku dan Dia berputar-putar berkeliling monas, sambil membahas pertanyaan tadi. Banyak yang aku bertimbangkan untuk menjawab pertanyaan itu, bukan hanya soal Yes or No saja, perasaan, lingkungan, tanggung jawab, jarak, komitmen dan banyak lagi menjadi pertimbangan ku.

Terlebih Dia dengan Imam...?

Entahlah, anak satu itu tiba tiba mendobrak masuk dalam pikiranku dan seperti menekan dan memaksaku untuk meminta kejelasan tentangnya.
                                      
Aku mengajak Dia untuk duduk dicawan, melihat gedung pertamina, gedung RRI, Istana Negara, Masjid Istiqlal yang berhadapan dengan Gereja Katredal dan melihat pengunjung yang hilir mudik untuk masuk ke Monas.

Aku kembali menjelaskan maksud dari jawabanku, dan Dia mulai mengangguk-angguk dan sekali kali membantu menjelaskan dan mengulangi penjelasan yang ku lakukan, menambahkan disana sini. Dan terkadang aku selipkan sifat-sifat jailku yang membuat Dia ngambek, dan aku kebingugan untuk membujuk dia tersenyum lagi.

Duduk dicawan juga tidak memberikan titik terang atas jawaban itu. 


Entah kenapa tiba-tiba dia ingin naik bis wisata yang digratiskan Pemkod Jakarta, tapi sayang aku dan dia harus menunggu untuk ikut.

Selama menunggu, aku keluarkan oleh-oleh khas lampung kerupuk kemplang, sempat aku nikmati satu suapan dari Dia.
                                       
"Kamu inget kan kak, waktu itu aku pernah nyuapin kamu pake kerupuk kayak gini ?" Tiba-tiba dia nyerocos menceritakan hal itu.

"Aku gak inget." Aku pura-pura lupa
sambil garuk-garuk kepala padahal waktu itu aku gundul.

Dia mulai menceritakan kejadian 3 tahun yang lalu, aku juga membawakan oleh-oleh yang sama buat Dia. Aku tersenyum sambil mendengarkan dia dengan semangat bercerita kejadian itu.

"Ikhh.. Aku kan pernah nyuapin kamu, trus aku kasih love gtuh pake sambelnya. Kamu aja makan Kerupuknya nambah-nambah kok, aku inget. Masak kamu gak inget sih ? Itu loh yang pas dijalan merdeka, inget gak sih ? Inget kan ?"

Aku cuman pura-pura lupa sambil tersenyum lepas.

"Enggak, aku gak inget kok."

"Ikh kamu mah pelupa." mencoba untuk mengontrol diri agar tidak larut dalam cerita masa lalu.

"Aku suka deh kamu senyum lepas gituh kak." tiba-tiba nada suaranya menjadi lembut.             

Seletika aku langsung menoleh dan tersenyum 227. Tak terasa, hampir 2 jam aku dan dia menunggu, ternyata bis wisata yang di tunggu tak kunjung datang juga, waktu
sudah menunjukan pukul 13.50 waktu kedatangan bis wisata 10 menit lagi akan sampai. Tapi sayang banget, aku dan dia harus kembali ke bogor.

Kembali aku dan Dia menyiksa kaki ini untuk berkeliling Monas, sepanjang berkeliling yang aku bahas dengan dia mulai berganti-ganti topik. Suasana menjadi lebih hangat ketika dia menceritakan hal-hal yang sama kurasakan.

Ternyata dia selama ini juga mendoakanku, melihat akun jejarin Sosialku, memikirkanku, menyimpan foto-fotoku dan kenang-kenangan yang aku berikan ke Dia, malah aku yang lupa sendiri kenang-kenangan apa aja yang aku berikan. Dia juga meceritakan kura-kura yang aku berikan dan banyak lagi yang dia ceritakan.


Sebelum kembali kebogor terjadi kesepakatan untuk menjawab pertanyaan dia yang hanya memiliki 2 pilihan saja, akhirnya aku menjawab pertanyaan itu.
Dan jawaban itulah yang menjadi titik awal dibulan desember, sepanjang perjalanan menuju ke bogor suasana menjadi lebih ceria, aku dan dia juga sempat menikmati Bakso dan Mie ayam yang dulu pernah aku singgahi, lalu dilanjutkan dengan menyusuri jalan-jalan yang aku lalui dengan berpengangan tangan, otak ini diajak untuk merekontruksi tempat-tempat yang pernah aku lalui bersama, tempat aku membanting dompet karena kesal untuk mencari rumah makan terserah dibogor.


Perjalanan kamipun berujung diterminal laladon karena tak searah jalan pulang, tapi aku yakin dia searah dengan target yang telah aku tentukan.
Baca Selanjutnya » Titik Awal Dibulan Desember *=Kezoapatis=*

INTRUKSI KERJA




Dalam menjalankan sebuah mesin atau alat elektronik pastilah terdapat intruksi kerja yang bisa kita pakai sebagai panduan kita dalam mengoprasikan alat tersebut.
Berikut ini merupakan beberapa intruksi kerja untuk pengoprasian Scanner CannonScane Lide yaitu scanner biasa untuk ukuran A4 dan F4 sedangkan satu lagi Scanner plustek yang bisa menScan Dokument dengan ukuran A3 yang biasa digunakan untuk menScan Peta dan juga Intruksi kerja untuk komputer
INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN SCANNER (CANOSCAN LIDE 110)


TUJUAN
Memudahkan memperbanyak dokumen berbentuk file dalam bentuk softcopy








Instruksi Kerja







A. Persiapan
1.    Periksa kelengkapan Scanner (CannonScan Lide 110) : Scanner, Kabel Power, Kabel USB, CD-ROM installasi.
2.     Siapkan Komputer atau Notebook.
3.     Hubungkan kabel Power ke terminal dan hubungkan kabel USB ke komputer atau notebook.
4.     Pastikan Komputer dalam keadaan Menyala
5. Lakukan Installasi program (MP Navigator EX) untuk bisa menjalankan Scanner pada komputer.

B. Menghidupkan :
6.     Tekan pada tombol power ON/OFF
7.     Buka cover penutup Scanner lalu  letakan document yang akan di Scan
8.     Tutup kembali cover scanner, lalu mulai menScan dengan 2 cara yaitu :
A.      Dengan menggunakan Software
-          Double klick pada program (MP Navigator EX)
-          Klick Photo atau document sesuaikan dengan apa yang akan kita Scan.
-          Pilih jenis warna dan Type yang akan kita Scan.
-          Klik tombol Scan Untuk memulai menScan.
B.      Dengan Menggunakan Tombol Secara Langsung
-          Klik Tombol OCR untuk menyimpan hasil Scan Ke dalam format text saja(.txt)
-          Klik Tombol PDF untuk menyimpan hasil Scan ke dalam bentuk PDF
-          Klik Tombol Auto Scan Untuk menscan dengan type document
-          Klik Tombol Email untuk hasil Scan yang langsung menjadi sebuah email baru
-          Klik Tombol Copy Button, untuk hasil Scan yang langsung di print oleh Printer
C. Mematikan
9.     Buka Kembali Cover penutup scanner, lalu keluarkan document yang telah di scan
10. Tekan tombol power ON/OFF
11. Pastikan lampu Scanner telah berhenti
12. Lepaskan kabel power dari Stopkontak
CATATAN
Mohon diperhatikan instruksi ini untuk menjamin peralatan tidak cepat rusak

INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN SCANNER (PLUSTEK ACTIVEPRO A360)
TUJUAN
Memudahkan memperbanyak dokumen berbentuk file dalam bentuk softcopy








Instruksi Kerja







A. Persiapan
1.    Periksa kelengkapan Scanner (Plustek ActivePro A360) : Scanner,Kabel Power,Kabel USB, CD-ROM installasi, kabel AC Adapter .
2.     Siapkan Komputer atau Notebook.
3.     Hubungkan kabel AC Adapter ke Scanner.
4.     Sambungkan Kabel Power dengan Kabel AC Adapter, dan sambungkan kabel power ke StopKontak.
5.     Sambungkan kabel USB Scanner ke komputer
6.     Pastikan Komputer dalam keadaan Menyala
7.     Lakukan Installasi program (Presto Page Manager) untuk bisa menjalankan Scanner pada komputer.
B. Menghidupkan :
8.     Tekan pada tombol power ON/OFF
9.     Buka cover penutup Scanner lalu  letakan document yang akan di Scan
10. Tutup kembali cover scanner, lalu mulai menScan dengan 2 cara yaitu :
C.      Dengan menggunakan Software
-          Double klick pada program (Presto Page Manager)
-          Klick Photo atau document sesuaikan dengan apa yang akan kita Scan.
-          Pilih jenis warna dan Type yang akan kita Scan.
-          Klik tombol Scan Untuk memulai menScan.
D.      Dengan Menggunakan Tombol Secara Langsung
-          Klik Tombol OCR untuk menyimpan hasil Scan Ke dalam format text saja(.txt)
-          Klik Tombol PDF untuk menyimpan hasil Scan ke dalam bentuk PDF
-          Klik Tombol Auto Scan Untuk menscan dengan type document
-          Klik Tombol Email untuk hasil Scan yang langsung menjadi sebuah email baru
-          Klik Tombol Copy Button, untuk hasil Scan yang langsung di print oleh Printer
C. Mematikan
11. Buka Kembali Cover penutup scanner, lalu keluarkan document yang telah di scan
12. Tekan tombol power ON/OFF
13. Pastikan lampu Scanner telah berhenti
14. Lepaskan kabel power dari Stopkontak
CATATAN
Mohon diperhatikan instruksi ini untuk menjamin peralatan tidak cepat 
rusak

INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN KOMPUTER


TUJUAN
Memudahkan memperbanyak dokumen berbentuk file dalam bentuk softcopy




Instruksi Kerja
A. Persiapan
1.    Periksa kelengkapan Komputer: Monitor LCD,CPU,Kabel Power Monitor,Kabel Power CPU , Kabel VGA/HDMI, keyboard, Mouse .
2.     Sambungkan kabel VGA/HDMI antara monitor dan CPU.
3.     Sambungkan Kabel Power monitor ke Stopkontak.
4.     Sambungkan Kabel Power CPU ke Stopkontak.

B. Menghidupkan :
5.     Tekan pada tombol power pada CPU dan pada Monitor.
6.     Tunggu sampai layar monitor menyala dan komputer siap di gunakan.

C. Mematikan
7.     Klik pada tombol Start lalu pilih Shut Down
8.     Tunggu sampai layar monitor mati dan kipas pendingin CPU mati
9.     Lepaskan kabel power CPU dan Kabel Power CPU dari Stopkontak
CATATAN
Mohon diperhatikan instruksi ini untuk menjamin peralatan tidak cepat rusak
Baca Selanjutnya » INTRUKSI KERJA