BLOG DALAM KEADAAN SEDANG DI REPARASI||MOHON MA`AF APABILA MASIH BANYAK KEKURANGAN||TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG

Merasa Jadi Junior di Pesantren ?

✒📁💧 APA NASEHAT & SARAN UNTUK KAMI YANG TINGGAL DI LINGKUNGAN MA'HAD? | DALAM TA'AWWUN KADANG MUNCUL SIKAP EMOSIONAL ANTARA SENIOR & JUNIOR, SOLUSINYA ?


🔬Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as-Sidawy حفظه الله تعالى

( Transkrip )

💡🔦 Tolong nasihat dan saran kepada kami yang hidup di lingkungan ma’had ketika dulu belum ada, Alhamdulillah sekarang sudah ada ma’had.

👍🏻 Masya Allah, bagus!
👍🏻 Bagus ya ikhwan!

{1⃣} Nasihat yang pertama ialah merapat ke lingkungan yang bagus, apa lagi sekarang lingkungannya Allahulmusta’an terlalu banyak perkara-perkara yang tidak bagus di luar sana.

💎 Orang yang baik akan berupaya merapat kepada lingkungan yang bagus, mencari bhi'ah sholihah, lingkungan yang baik hadza awwala.

{2⃣} Yang kedua ditumbuhkan semangat ukhuwah, semangat persaudaraan di kalangan para ikhwah-ikhwah yang ada di lingkungan pesantren, antara  pengurus antara santri antara para mutazawwijin para ikhwan para akhwat ditumbuhkan semangat ukhuwah islamiyah didalamnya.

🌾 Ditumbuhkan semangat yang namanya taawun tadi alal birri wa taqwa barakallahufiikum. Sehingga muncul sebuah lingkungan yang baik, yang shalih yang islami yang nyaman yang bagus yang bersaudara di atas bimbingan yang benar alal Kitab wa Sunnah dengan pemahaman shalaful ummah. Barakallahufiikum.

💫💢 Ditinggalkan segala bentuk asbab-asbab perselisihan dan segala macamnya ya ikhwan, ini sangat bagus sekali. Bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla ketika sudah ada ma’had lingkungan pesantren.

🏠❌❔ Yang dulu ketika tidak ada ma’had pusing memikirkan lingkungan sebelah yang ada. Keluar rumah masuk rumah pemandangannya tidak nyaman, begitu ada pondok pesantren ribut. Kan tidak lucu, itu namanya orang-orang yang kerdil tidak berjiwa besar. Makanya tumbuhkan ukhuwah dibesarkan pondok yang ada. Barakallahufiikum, didukung dimotivasi ditumbuhkan semangat ukhuwah tasyawur taawun taakhi wa ha kadza.
🔎🔐 Naam ya ikhwan, contoh Rasul dan para Shahabatnya ketika itu ya ikhwan.

🎯 Dalam ta’awun kadang muncul sikap emosional karena orang yang muda-muda besar semangatnya tapi kurang kurang sabarnya. Yang tua-tua lebih banyak pengalamannya sehingga cenderung memaksakan pendapatnya, mestinya kan disinergikan ya ikhwah. Bersinergi antara tua dan muda, kompisisi yang bagus, tuwek kabeh tidak ada regenerasi muda semuanya rawan, minim pengelaman.

🏨 Ketika di sebuah tempat ada generasi tua ada generasi muda, bagus! Disinergikan! Makanya menggunakan prinsip ta’awun yang jelas, semua tidak kembali kepada yang tua atau yang muda, kembali kepada Al haq, Al Kitab wa Sunnah dengan pemahaman salaf.

⏳ Ketika ada perkara yang dibahas, dimusyawarahkan, antum jangan mikiri suara terbanyak, atau yang tua atau yang paling muda. Tidak! Semuanya menyampaikan idenya, menyampaikan idenya, digodok dan dicari yang sesuai dengan Al quran dan Sunnah dengan pemahaman salaful ummah. Kalau semua sesuai dicari yang paling maslahat untuk dakwah di tempat anda. Fahimtum?

✅ Terkadang pendapat yang muda yang di ambil, nah pas. Ada kalanya yang tua diambil karena cocok. Ada kalanya digabungkan dua pendapat tadi sesuai dengan keadaannya. Paham insya Allah ya? 

💥 Untuk mengatasi emosional tadi, barakallahufiikum dengan cara luruskan niat. Niat anda itu
❌pengen dapat nama,
❌ dapat kemasyhuran
❌prestise
❌atau apa?

🔓Yang namanya ta’awun untuk ibadah kepada Allah melaksanakan perintah lillah hita’ala. Sehingga kalau misalkan pendapat anda tidak diterima jangan langsung nesu, jangan marah-marah. Jangan merasa dilecehkan karena antum tidak punya niatan apapun ya ikhwan. Fahimtum?

🌺 Ikhlaskan niat yang tulus niatnya. Harus sabar berjiwa besar barakallahufiikum. Jadi kalo menurut saya malah bagus, komposisinya tepat ada yang muda ada yang tua, sehingga di sinergikan.

Allahuta’ala alam bish shawab.



Sumber :
📅 Tanya jawab Dauroh "Semangat Ta’awun Dalam Membina Ummat” | Sabtu, 18 Muharrom 1436 H / 31 Oktober 2015 M di Masjid Aisyah, Talok, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

📥 Unduh audionya di  http://bit.ly/1Q1kyTw


Dipublikasikan Pada :
Rabu 22 Muharram1437H / 04 November 2015M Jam 18:24wib


📚 Tholibul Ilmi Cikarang

___________________________
Salafymedia.com/blog/category/tholibul-ilmi-cikarang


Baca Selanjutnya » Merasa Jadi Junior di Pesantren ?

Pemuda Dalam Bidikan Musuh Islam

PEMUDA DALAM BIDIKAN MUSUH ISLAM

🍃 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ تَعَالَى فِيظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ:إِمَامٌ عَدْلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِيعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌفِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّافِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَاعَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ:إِنِّي أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَخَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah subhanahu wa ta’ala dengan naungan Arsy-Nya pada hari tidak ada naungan di hari tersebut kecuali naungan-Nya: (1) Pemimpin yang adil, (2) Pemuda yang senantiasa tumbuh dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, (3) Orang yang senantiasa hatinya tertambat dengan masjid ketika ia keluar darinya hingga kembali lagi kepadanya, (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah subhanahu wa ta’ala, keduanya berkumpul karena Allahsubhanahu wa ta’ala, dan berpisah karena-Nya, (5) Orang yang mengeluarkan sedekah kemudian merahasiakannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, (6) Seorang laki-laki yang dirayu berbuat keji oleh wanita bangsawan lagi rupawan, lalu menjawab, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, (7) dan Seseorang yang ingat (berzikir) kepada Allah subhanahu wa ta’ala di tempat yang sunyi kemudian kedua matanya meneteskan air mata.”

📜 Derajat Hadits

📎 Hadits ini muttafaqun ’alaihi, diriwayatkan oleh Muhammad bin Isma’il al-Bukhari dan Muslim bin Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi dalam kitabShahih keduanya dari sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu.

📌 Perhatian Islam Terhadap Pemuda

👆🏽📜 Hadits yang ada di hadapan kita adalah sebagian dari sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan perhatian Islam kepada para pemuda.

✔ Hadits-hadits tentang pemuda sangat banyak. Seandainya hadits-hadits tersebut dikumpulkan dan dipelajari, niscaya kandungan faedahnya akan terus mengalir selama dunia masih ada.

🔸Pembaca rahimakumullah, dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita betapa beratnya hari pembalasan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan amalan yang menjadi sebab keselamatan dari kesusahan pada hari itu.

✔ Di antara tujuh golongan kaum mukminin yang Allah subhanahu wa ta’alaberi naungan pada hari tersebut adalah seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَدْلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ

“Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah subhanahu wa ta’ala dengan naungan Arsy-Nya pada hari yang tiada naungan di hari tersebut kecuali naungan-Nya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, …”

🌠🌕 Sebuah motivasi bagi para pemuda agar mereka bekerja keras memperbaiki dunia dan akhiratnya dengan senantiasa beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Untuk itulah manusia diciptakan di muka bumi.

🔦 Baca Selengkapnya :
🔆 Pemuda Dan Masa Depan Umat
🔆 Pemuda Dalam Bidikan Musuh Islam
🔆 Apa yang Harus Kita Perbuat?
⬇👇🏽⬇
🖥 http://asysyariah.com/pemuda-dalam-bidikan-musuh-islam/
✍🏼 Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal -hafizhahullah-

🔻🔻🔻🔻🔻🔻
🖇 PUBLIKASI 🖇
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀 ©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah
➖➖➖➖➖➖


Baca Selanjutnya » Pemuda Dalam Bidikan Musuh Islam

Karena Dunia Buka Segalanya

Karena Dunia Bukan Segalanya

Saya mempunyai seorang kenalan di kota X. Sore kemarin, iseng-iseng saya melihat gambar profil di akun media sosial yang dia miliki. Sayapun terkesima sekaligus takjub dibuatnya. Setelah saya perhatikan dengan seksama ternyata gambar profilnya adalah surat pengunduran diri dari sebuah perusahaan tempat dia bekerja selama ini. Surat tersebut ditanda-tangani oleh bagian Personalia.

"......... adalah karyawan pada perusahaan kami, yang bekerja sejak tanggal .............. dan atas permintaannya sendiri yang bersangkutan mengundurkan diri terhitung mulai tanggal .............. Selama menjadi karyawan, yang bersangkutan telah menunaikan tugas dan kewajibannya dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab. Atas jasa-jasa dan hasil kerja yang baik, perusahaan mengucapkan terima kasih".

Sebentar kemudian sayapun mencoba untuk menghubunginya.

🅰 "Bekher, saudaraku? Terus kegiatan sekarang?"

🅱"Ana sekarang dagang Ustadz. Kuliner di daerah xxxxx. Ana asli dari kota xxxxx. Alhamdulillah sekarang Ana bisa fokus ta'lim tanpa beban."

🅰"Alhamdulillah."

🅱"Ana sering dengar kajian Ustadz. Yang tentang pekerja pabrik, yang sulit sekali mendapat kebebasan. Ana selalu dengar itu, Ustadz. Mungkin ada nasehat buat Ana, Ustadz?"

🅰"Walaupun kecil dan sederhana, alangkah bahagianya hati karena kita adalah pemimpin yang berhak mengatur waktu. Untuk apa jabatan atau pangkat -walau setinggi awan- , sementara kita tetap sebagai bawahan yang harus tunduk dan siap diperintah. Hidup bahagia sebagai entrepenuer!!!
Benar, saudaraku. Kebahagiaan hidup akan saudara raih saat sepenuh kesempatan untuk bersenang-bahagia bersama anak dan istri. Sibuk kerja akan menghalangi kita dari itu."

🅱"Selama Ana kerja, Ana tidak pernah bisa ikut kajian. Alhamdulillah setelah keluar Ana leluasa ikut tanpa beban, seakan, melihat dunia itu ternyata luas.
Perjuangan Ana keluar penuh pengorbanan, Ustadz. Karena Ana keluar dari perusahan tanpa memberi tahu keluarga satupun. Setelah keluar pertentangan keras Ana dapatkan. Ana dikatakan gila, goblok oleh tetangga dan orang sekitar."

🅰"Kebahagiaan hidup pun pasti digapai saat hati sebelum kembali gersang telah disirami kembali dengan ayat qurani dan hadits nabawi. Dan itu hanya dengan berpegang prinsip, "Tiada hari tanpa thalabul ilmi!"

🅱"Ana sampai menangis ketika mendengar kisah yang Ustadz cerita seorang yang berpangkat manajer keluar dan berjualan pentol itu,,, ada juga yang tentang kesibukan para pekerja pekerja pabrik yang kerja dari pagi sampai sore dan begitu seterusnya."

🅰"He...he... Sabar saja dan pandanglah mereka dengan penuh sayang dan kasih. Mereka demikian sebab belum merasakan betapa nikmatnya hidup ini dengan thalabul ilmi. Andai mereka tahu? Tentu mereka berlomba untuk menjadi seperti kita. Andai mereka tahu, pasti kenikmatan yang sudah kita rasakan akan direbut-rebutnya oleh mereka. Jangan benci kepada mereka! Usah mendendam, sebab mereka benar-benar tidak mengetahui."

🅱"Umur Ana sekarang umur 24, Ustadz. Putri Ana 20 bulan. Ana nggak mau kehilangan moment kebersamaan dengan putri Ana, karena selama ini Ana hanya disibukkan dengan kerja, bahkan pas putri Ana lahir, Ana nggak ada di sampingnya, karena lahirnya di luar pulau. Ana waktu itu dalam posisi kerja."

🅰"Masya Allah! Coba bayangkan jika itu berlangsung sekian tahun, sekian belas tahun, bukankah kita akan kehilangan sebuah keindahan hidup. Keindahan canda tawa bersama anak-anak.
Sekarang posisi di mana?"

🅱"Pas Ustadz mengisi di kota xxxxx kemarin, Ana ingin sekali curhat dengan Ustadz, qodarullah Ustadz ternyata sudah duluan pulang pas mau mengisi di kota berikutnya. Ana sekarang mukim di kota xxxxx Ustadz. Semoga suatu saat kita bisa bertemu."

🅰"Amin. Insya Allah, saudaraku. Ana hanya bisa turut mendoakan, "Allahumma, curahkanlah ketenangan dan ketentraman untuk saudaraku Abu Fulanah, di dunia maupun di akhirat. Berikanlah ganti yang jauh lebih baik untuknya karena ia telah meninggalkan sekeping dunia demi meraih nikmatnya thalabul ilmi."
🅱"Amiin. Ana ndak bisa menahan air mata, Ustadz. Untuk menangis. Mereka di luar sana menakut nakuti Ana dengan kemiskinan."

🅰"Jika sungguh-sungguh takut miskin di dunia, mestinya kita harus lebih takut miskin di akhirat. Kata Nabi, banyak orang takut miskin padahal orang miskin akan lebih mudah proses hisabnya pada hari kiamat nanti. Nabi juga bertutur bahwa orang miskin akan lebih dahulu masuk surga lima ratus tahun sebelum orang kaya. Orang miskin yang bagaimana? Orang miskin yang bertakwa. Padahal, apakah kita benar-benar miskin? Ingat, masih banyak yang lebih miskin dari kita."

🅱"Ketakutan kehilangan dunia yg berlebih- berlebihan, padahal hidup bukan mereka yang menjalani.
Jazaakallahu khairan Ustadz atas nasehatnya, menambah semangat Ana untuk tegar dengan semua cobaan."


Percakapan kami sore kemarin akhirnya berujung dengan sebuah salam dan saling doa-mendoakan. Saya kemudian teringat dengan salah seorang saudara kita di Lendah, yaitu Abu Alifan. Setelah tiga belas tahun bekerja di perusahaan Quick, akhirnya per 1 April kemarin resmi di-off-kan. Kenapa? Alasannya sama seperti sahabat saya di atas, untuk mencari ketenangan.

Sahabat saya di atas dan saudara kita Abu Alifan, kini tidak lagi diribetkan oleh jadwal shift bekerja. Tidak lagi terburu-buru, berpacu dengan waktu agar tidak terlambat masuk kerja. Tidak lagi bingung untuk membagi waktu untuk keluarga dan belajar agama. Sebab mereka kini telah berdiri sendiri. Abu Alifan sekarang memilih hidup sebagai petani.

Untuk mereka berdua (teman saya dan Abu Alifan) atau siapa saja yang telah berani mengambil keputusan seperti mereka, terimalah salam hormat saya. Selamat menikmati kebebasan. Kebebasan tanpa batas, kecuali batas-batas syari'at. Semoga Allah Subhanahuwata'ala senantiasa melimpahkan istiqomah untuk kita semua.

Jujur saja, saya sangat salut atas pilihan Anda! Anda hebat. Berani menjadi diri sendiri.



Saudaramu di jalan Allah

Abu Nasim Mukhtar “iben” Rifai La Firlaz

Lendah,13 April 2016

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
http:/kajianislamlendah
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


Baca Selanjutnya » Karena Dunia Buka Segalanya

Undangan Misterius

Abu Nasher: Bismillah
Assalamu'alaikum
Saya wali santri dari Muhammad Nasher Ibrahim Gultom.
Afwan bisa datang ke rumah saya di perumnas bla bla bla  malam ba'da isya ?

Abu Royhan || Syaiful: Walaikumsalam..

Afwan ana baru buka WA, ana datang kesana untuk apa ya ?

Abu Nasher: Ya nanti juga antum tau kalau sdh sampai

Abu Royhan || Syaiful: InsyaAllah ana dateng, ini undangan untuk semua mudaris atau cuman ana saja ?

Abu Nasher: Antum sajalah yg lain nanti lain waktu

Abu Royhan || Syaiful: Bismillah..
Assalamu'alaikum.
Abu Nasher, afwan malam ini belum bisa datang diundangannya.

Kodarullah ini hujan deras.

Abu Nasher: Jika hujan in syaa Allah berhenti sebelum jam 9 saya harap antum tetap datang, saya tunggu.

Abu Royhan || Syaiful: InsyaAllah.

Sekelumit percakapan undangan misterius yang aku terima, membuat hati berbunga-bunga atau malah penuh dengan tanda tanya ? Untuk menenangkan hatiku, aku coba untuk bercerita ke mudaris yang lainya. Sontak ketika aku menceritakan undangan misterius ini semua malah mengodaku, tau kenapa ?

Ternyata Pak Gultom memiliki anak gadis yang terkenal kecantikanya, banyak Ustadz-Ustadz yang melamar tapi ditolak. Lah ada apa dengan aku yang baru belajar agama dan belum ada seumur jagung berada di mahad ini. Berjumpa dengan Pak Gultom saja aku belum pernah.

Setelah menceritakan ke mudaris yang lain, aku ceritakan lagi undangan ini ke Kakak ku. Kakakku pun mengamini candaan mudaris-mudaris yang sekamar denganku, oiya perlu diketahui mudaris yang tinggal di mahad semua masih lajang. Semakin membuat hati ini semakin berbunga-bunga.

Tak lupa, undangan ini aku ceritakan ke Ustadz di mahad ini. Beliau pun juga menggodaku tentang prihal anak gadisnya yang terkenal kecantikanya. Akhh membuatku tidak bisa tidur ketika membaca kembali undangan itu.

Tapi, ketika aku menceritakan undangan misterius ini ke salah satu mudaris yang sudah menikah, beliau menasehati saya tentang perangai Pak Gultom yang terkenal dengan sikap buruknya.

Ketika mendengar cerita itu aku masih tetap berhusnudzon terhadap Pak Gultom, aku berfikir selama ini aku tidak ada masalah apapun dengan beliau.

Namun setelah tiba pada hari yang ditentukan aku untuk datang kerumahnya, aku telah menyiapkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Kebiasaanku sejak kuliah, selalu memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Inilah yang mungkin terjadi ketika aku datang kerumah Pak Gultom

1. Aku diminta menikahi anak gadisnya.
2. Aku ditanyai tentang mudaris sekamarku yang belum menikah.
3. Aku ditanya tentang perkembangan anaknya.
4. Aku ada masalah dengan Pak Gultom
5. Aku disuruh menjadi ojek anaknya kepondok.

Itulah kemungkinan yang terjadi, sebelum aku berangkat kodarullah hujan lebat. Padahal aku juga ada agenda untuk main futsal dengan ikhwan-ikhwan disini.

Dengan menyiapkan hati yang lapang aku datangi rumah Pak Gultok dengan modal motor inventaris pondok dan alamat yang beliau kasih aku beranikan tekat ini. Ketika sampai diperumahan yang dituju, bermodal tanya sana sini sedikit alhamdulillah alamat yang dituju ketemu.

Tanpa babibu aku langsung mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan bagi siempunya, dengan keadaan rumah yang tergenang air karena hujan yang lebat aku menunggu agak lama diteras rumah.

Akhh pertemuan ini tidak sesuai dengan yang aku pikirkan, aku berfikir akan ada acara keluarga yang menyambutku. Nyatanya ketika itu suasana dingin, banyak nyamuk dan sedikit ngantuk yang aku rasakan.

Karena menghormati Pak Gultom aku rela-relakan menerobos banjir dan gerimis hujan malam itu. Aku pikir aku akan dipersilahkan masuk kedalam rumah.

Aku disambut seorang laki-laki berperawakan putih, lebih muda dari aku namun lebih pendek ketimbang aku. Aku tidak tau siapa laki-laki itu, yang pasti itu bukan Pak Gultom.

Aku dipersilahkan duduk dikursi plastik dan menunggu diteras rumah, beberapa saat kemudian datang laki-laki paruh baya sekitar umur 40-50 tahunan itu perkiraanku.

Nengan suara sengau dan logat orang Sumatra, Pak Gultom bertanya
"Antum yang namanya Abu Royhan Saiful ?"

Dengan suara tegas aku jawab "Naam Abu Nasir."

"Antum tau, kenapa antum diundang kesini ?" Tanya Pak Gultom dengan nada mengintrogasi

Lagi-lagi aku jawab dengan tegas "Afwan, ana belum tau"

Seketika itu aku dihujani pertanyaan mengintrogasi tentang latar belakang ku, aku sudah beberapa kali mengalami pertanyaan introgasi seperti ini, sehingga aku sudah terbiasa menghadapinya.

Dan selanjutnya akan disambung



Baca Selanjutnya » Undangan Misterius

Padamnya Rasa Cemburu

Banyak kita jumpai fenomena dimana seorang suami tidak lagi merasa berat hati melihat istrinya keluar rumah berdandan lengkap dengan beraneka ragam make up yanga ada dipipi, alis, bibir dan dialisnya. Sang istri datang ke pesta, datang ke perbelanjaan, ke tempat kerja dengan pakean yang "seadanya" pakean yang tidak menutup aurat.

Terlebih ketika ada laki-laki lain yang mendekati mengajak mengobrol yang memuji kecantikan istrinya, seolah tidak ada darah yang mengalir ke kepalanya, tidak merasa panas hatinya dan malah menganggap suatu kebanggan istrinya dipuji oleh orang lain karena memperlihatkan "auratnya".

Yang paling ironis adalah sang suami memandang kejadian diatas semua itu adalah hal yang biasa, orang yang perfikir maju, moderat, penuh pengertian dan mengikuti perkembangan jaman. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.

Kebodohan dan kebobrokan ahlak yang sangat parah pun menimpa, tatkala ghirah itu hilang, tatkala bara api itu padam dari hatinya. Seorang suami tidak memilik ghirah terhadap istrinya, tidak ada rasa cemburu kepada istrinya yang membuat dia harus menjaga istrinya dengan baik. "Menyimpannya" didalam istana yang mulia agar terhindar dari tatapan nakal dan sentuhan orang yang tidak halal untuknya.

Ghirah yang hilang

Betapa orang-orang dahulu begitu menjaga wanita mereka, tidak mereka biarkan wanita mereka terlihat oleh mata-mata yang halal, apalagi dari sentuhan. Merupakan suatu aib bagi mereka bila wanita keluar tanpa menutup seluruh tubuhnya. Suatu cela bagi mereka bila ada laki-laki lain berbicara dengan wanita mereka.

Mereka lazimkan wanita untuk mengenakan perhiasan rasa malu dan 'iffah (menjaga kehormatan dan harga diri). Perbuatan itu bukanlah sekedar tradisi suatu bangsa atau budaya bangsa tertentu. Namun yang demikian adalah syariat didalam agama islam.

Jauh sebelumnya Rosullulah pernah mengingatkan kepada kaumnya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya :

"Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan Allah menjadikan kalian sebagai pengatur didalamnya dengan tirun temurun, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Maka hati-hatilah kalian dari dunia dan hati-hatilah kalian dari wanita karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil adalah para wanitanya" (Shahih, HR. Muslim no 2742)


Baca Selanjutnya » Padamnya Rasa Cemburu

Majalah As-Syariah Edisi 113 AWAS KOMUNISME BANGKIT

📇🗓 Alhamdulillah, telah terbit MAJALAH ASY SYARIAH EDISI 113, "Awas! Komunisme Bangkit"

⚠️🔨 INDONESIA SIAGA KOMUNIS

Ibarat ilalang, setiap kali dibabat, ia tetap saja tumbuh. Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai representasi komunisme di Indonesia, meski secara fisik mati, tapi sebagai ideologi dia akan tetap hidup. Dengan bermetamorfosa ke mana-mana, diiringi pemutarbalikan fakta sejarah, penyusupan/infiltrasi, agitasi, dan propaganda, upaya-upaya menghidupkan kembali paham komunisme tidak lagi retorika.

Komunis menjadikan Islam sebagai musuh bebuyutan. Maka dari itu, jangan sampai Islam itu lemah. Lemahnya Islam akan menjadi lahan subur bagi tumbuhnya beragam ideologi atau isme-isme rusak.

Pemerintah dan segenap komponen bangsa, TNI dan umat Islam, harus bersinergi menjadi benteng dari serangan kaum komunis. Tutup semua celah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi kemungkinan bangkitnya komunisme di Indonesia. Mari kita hilangkan ilalang yang akan merusak negeri ini!


Dapatkan pula pembahasan menarik lainnya:

📄Najiskah Tubuh Orang Kafir?

📄Komunis, Kaum Pemberontak

📄 Apakah Pencipta Itu Ada?

📄 Proxy War,
Kuasai Negara Tanpa Kirim Bala Tentara

📄 Tobat, Tetapi Berbuat Dosa Lagi


📂 Ikuti pula pembahasan menarik di Lembar Sakinah

📄 Hijab & Anak-Anak
📄 Merasa Diawasi Allah

💎 Untuk berlangganan, silakan hubungi (WA/SMS/telepon)
082327412095

💎 Dapatkan pula di Playstore:
https://play.google.com/store/books/details/Oase_Media_Yogyakarta_Majalah_Asy_Syariah_edisi_11?id=pgDUCwAAQBAJ



Baca Selanjutnya » Majalah As-Syariah Edisi 113 AWAS KOMUNISME BANGKIT

Izinkan Aku Memantaskan Diri

Setiap hari, aku diberi satu tugas oleh Yang Mengawasi Kita dari Atas Sana: mensyukuri bahwa dirimu ada.

Memang tak tiap waktu kita bisa bertatap muka, namun kau tetap meyakinkanku bahkan di saat kita tak sedangbersama. Rasa sayangmu tenang, tanpa ekspektasi berlebihan atau pertengkaran karena hal kekanakan. Aku memang takmerasakan “kekacauan” seperti saat pertama kali jatuh cinta, namun denganmu hubungan dibawa ke tingkat yang lebih dewasa.

Bersamamu, cinta jelas ada ujungnya. Aku tahu kemana harus melangkah, takperlu takut hilang arah.

Tapi tunggu. Tak perlu terburu-buru menarik tanganku menuju pelaminan yang satu itu.

Lagipula, aku masih harus berbenah dan memperbaiki diri. Tak semudah itu menjadi seorang suami. Saat aku sudah lebih baik dari ini, kau boleh meminta tanganku dan membawanya kemanapun kau mau. Aku berjanji.

Toh kamu sudah taukan seberapa besar usahaku ?

Lagi pula masih banyak "hutang" yang harus dilunasi sendiri-sendiri.

Aku masih ingat kamu begitu semangat menceritakan cita-citamu untuk menjadi seorang programer dan menjadi "mami IT" dan tak cuma itu kamu juga harus menjadi madrasah, sekolah, koki, perawat dan lain-lain yang harus kita pelajari secara terpisah.

Lagian "hutang"ku juga masih banyak, aku harus menjadi Imam, teknisi listrik, teknisi kran mungkin, atau sekedar naik tangga untuk memeriksa genteng dan masih banyak lagi.

Apalagi untuk petualangan-petualanganku yang kadang mengasingkan diri. Atau sekedar males untuk disibukkan dengan menjawab keluh kesah mu tentang dunia kerjamu, atau malah aku sering "memalskuan" keberadaan ku disisuatu tempat agar terhindar dari pertanyaan mendetail bak polisi yang sedang mengintrogasi tawanan.

Iya, hubungan LDR kita memang membuat sumber informasi keadaanku hanyalah dari diriku saja. Tapi maaf, aku juga butuh privasi yang kadang tak pernah aku sampaikan ke kamu.


Akhh... Terlebih masalah finansial yang aku takut-takutkan, aku tak ingin kita hanya manis diawal lalu kebingungan untuk sekedar makan nasi goreng karena tak ada uang untuk beli kecap atau apalah bumbu-bumbu masak itu.

Itu bukan hal yang lucu atau romantis.

Aku tahu: hidup jelas lebih baik dilalui denganmu. Namun tak ada yang baik dari tingkah laku terburu-buru.

Usaha yang akan kita bangun juga prospek yang sangat bagus, aku yang penuh perhitungan untuk menjalankan usaha malah menghambat untuk jalanya usaha itu sendiri.
Bukannya aku tak mau, tapi semua itu butuh perhitungan yang matang.

Sama dengan hubungan kita ini, butuh perhitungan yang matang untuk menjalankannya, bukan hanyak janji cinta sehidup semati saja. Aku jadi inget lagu-lagu band yang mencoba mendefinisikan arti kata cinta, ada yang mengatakan cinta itu buta, cinta itu anugrah terindah, entah apalah aku juga tak terlalu ingat soal lagu-lagu itu.

Tapi aku sadar, kita butuh waktu untuk berfikir, menganalisa, memperhitungkan itu semua. Jangan sampai karena cinta membunuh rasionalisme otak kita untuk berfikir dan timbulah kata-kata cinta ini membunuh ku. Denasip !

Mungkin terselip pertanyaan, mungkin aku ini meragukan mu ?

Maka aku jawab dengan lembut tenanglah, aku tak sedang meragukanmu. Bersanding di sisimu justru sedang kusiapkan dengan tuntasnya kelayakan diriku.

Kuharap kau memahami, keputusanku untuk tak terburu-buru tidaklah diambil karena aku meragukanmu. Justru sebaliknya, aku mengagumi sosokmu. Tak akan kubiarkan kau malu atau kesusahan karena memiliki pasangan hidup sepertiku.

Beri aku waktu. Melunasi mimpi-mimpiku sendirian, memperbaiki segala kekurangan. Demi kehidupan bersama yang tak hanya manis di awal, demi sisa hidup yang tak akan pernah kita lupakan.

Saat bersama kita akan segera tiba. Maukah kamu bersabar, sebentar lagi saja?


Baca Selanjutnya » Izinkan Aku Memantaskan Diri