BLOG DALAM KEADAAN SEDANG DI REPARASI||MOHON MA`AF APABILA MASIH BANYAK KEKURANGAN||TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Download Kebun Al Quran Pdf

Oleh : Muhaimin Iqbal

Setelah sampai buku ke 12 dicetak oleh
para penerbit professional, buku saya yang
ke 13 dengan judul : Kebun Al-Qur-an,
Jalan Menuju Baldatun Thayyibatun wa
Rabbun Ghafuur – saya buat dalam
bentuk e-book saja supaya bisa digratiskan
dan bisa menyebar lebih cepat ke
masyarakat secara luas. Buku itu kini sudah
bisa di-download melalui scribd atau bagi
yang familiar bisa juga dengan
menggunakan Google drive.

Sama dengan buku-buku sebelumnya yang
merupakan kompilasi dari tulisan-tulisan
saya di geraidinar.com, penerbitan buku ini
diharapkan memudahkan pembaca yang
tertarik untuk mendalami tema sentral
yang sedang kita angkat dalam suatu
periode.

Setengah tahun terakhir misalnya tema
sentral kita tentang Kebun Al-Qur’an,
maka buku ini meng-compile seluruh
tulisan yang terkait langsung maupun tidak
langsung dengan ‘project’ Kebun Al-Qur’an
ini.

Ada sekitar 60 tulisan yang terkait dengan
tema sentral Kebun A-Qur’an ini yang saya
kelompokkan menjadi tiga bagian secara
hampir merata. Bagian pertama terkait
dengan kajian ilmunya, baik berupa ilmu
yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an
maupun ilmu kauni yang terkait.
Bagian kedua adalah terkait dengan amal
yang ditindak lanjuti dalam langkah nyata –
yang sudah maupun yang akan dilakukan –
sebagai buah dari ilmu di bagian pertama.

Amal nyata ini juga melibatkan sejumlah
pembaca yang bergabung dalam acara-
acara kami seperti Majlis BTWG yang
insyaAllah sudah mulai berjalan secara
rutin.

Baca Selanjutnya » Download Kebun Al Quran Pdf

Berbagi Ilmu

Bismillah

Selamat pagi, siang, sore dan malam untuk semua pembaca setia blog Syaiful-Rahayu.com. Apa kabar kalian semua dibulan juli akhir ini ?

Pasti semuanya dalam keadaan sehat semua, dan bagi kamu yang tidak vit saya doakan pasti cepat sembuh.

Untuk kalian yang sedang melaksanakan studi di dalam negri pasti minggu minggu ini masih libur sekolah, lalu muncul pertanyaan sudahkah kalian mengisi waktu libur kalian dengan hal positif ?

Nah kali ini admin Syaiful-Rahayu.com kemarin telah melaksanakan aksi kePeduli Dengan Palestina http://semutuyet.blogspot.com/2014/07/syaiful-rahayucom-peduli-juga-dengan.html yang dilaksanakan didaerah lampung.

Karna saya kuliah di fakultas pertanian, maka selama liburan saya mencoba membagikan ilmu yang saya peroleh dibangku kuliah dengan keluarga saya. Salah satunya seperti yang ada difoto dibawah, admin mengajarkan menyadap karet kepada ponakan admin.

Pasti para pembaca juga memiliki inisiatif hal serupa untuk membagikan ilmunya kepada orang orang disekelilingnya, alangkah baiknya moment liburan ini kita gunakan untuk berbagi ilmu kita, apalagi untuk kalian yang melakukan studi jauh dari rumah.

Mari kita bersama sama berbagi ilmu !! Generasi muda peduli masa depan.

Keep enjoy your holiday

Baca Selanjutnya » Berbagi Ilmu

MAKALAH TEORI ORGANISASI


I.             PENGANTAR

Lingkungan organisasi adalah satuan kekuatan yang melingkupi suatu organisasi dan mempunyai potensi untuk mempengaruhi cara beroperasi dan aksesnya ke sumber daya. Oleh karena itu, lingkungan menjadi faktor penting bagi kelangsungan organisasi.

Pada era global sekarang, peran faktor lingkungan bahkan menjadi arus besar yang menuntut organisasi untuk mengambil langkah, yakni apakah harus ikut arus lingkungan global secara total sebagai follower atau melakukan modifikasi internal sehingga bisa mengurangi ketergantungan atassumber daya.

Selanjutnya, bagaimana peran lingkungan dan langkah strategis apa yang perlu diambil oleh organisasi akan dipaparkan lebih lanjut pada pembahasan makalah ini.

Semoga pemaparan makalah ini menjadi bahan pelajaran bagi kami sekaligus koreksi untuk pembahasan berikutnya.


II.  LATAR BELAKANG

Sebagai suatu sistem, organisasi akan berinteraksi dengan lingkungannya. Apabila ingin hidup dan bertahan, maka organisasi tersebut harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kegagalan menyesuaikan diri terhadap lingkungan akan berakibat fatal. Organisasi tersebut akan mati.

Lingkungan organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam: eksternal dan internal. Lingkungan eksternal merupakan elemen-elemen di luar organisasi yang relevan tehadap kegiatan organisasi. Organisasi memperoleh input dari lingkungannya (bahan baku, karyawan), memprosesnya menjadi output (produk: barang/jasa). Lingkungan internal berada dalam organisasi, misal: karyawan, direksi, pemegang saham.
Lingkungan juga bisa dibedakan menjadi lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung (direct) terhadap organisasi dan yang tidak langsung (indirect). Lingkungan yang berpengaruh langsung sering disebut sebagai lingkungan kerja (task environment), sedangkan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung disebut lingkungan umum (general environtment).
Lingkungan langsung akan mempengaruhi nasib organisasi secara langsung. Karena itu lingkungan tersebut juga sebagai stakeholder (pihak yang menentukan nasib organisasi).


III.  PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN ORGANISASI

Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerja sama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. (Giffin, 2002).

Sedangkan menurut (Ernie dan Kurniawan, 2005) organisasi merupakan sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama.

Menurut jenisnya organisasi dibedakan menjadi:

1.      Organisasi profit

Suatu organisasi yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan profit/laba. Biasanya merupakan perusahaan besar seperti perusahaan manufaktur, bank umum, perusahaan asuransi, perusahaan ritel dan lain-lain, perusahaan kecil, koperasi dan perusahaan multinasional yang berorientasi pada laba.

2.      Organisasi Nonprofit/Nirlaba

Organisasi yang mempunyai tujuan tidak untuk mendapatkan profit/laba. Seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kota, lembaga pendidikan negeri dan yayasan sosial.

Setiap organisasi memiliki arah yang dipandu dengan penetapan tujuan dan pencapaiannya memerlukan manajemen. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pencapaian tujuan.


2.  LINGKUNGAN  ORGANISASI


Lingkungan perusahaan diartikan sebagai keseluruhan faktor luar (ekstern) dan faktor dalam (intern) organisasi yang mempunyai kekuatan langsung dan tidak langsung mempengaruhi kegiatan serta kelangsungan hidup organisasi perusahaan.
Sebagai suatu sistem, organisasi akan berinteraksi dengan lingkungannya. Apabila ingin hidup dan bertahan, maka organisasi tersebut harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kegagalan menyesuaikan diri terhadap lingkungan akan berakibat fatal. Organisasi tersebut akan mati.

Lingkungan organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam: eksternal dan internal. Lingkungan eksternal merupakan elemen-elemen di luar organisasi yang relevan tehadap kegiatan organisasi. Organisasi memperoleh input dari lingkungannya (bahan baku, karyawan), memprosesnya menjadi output (produk: barang/jasa). Lingkungan internal berada dalam organisasi, misal: karyawan, direksi, pemegang saham.
Lingkungan juga bisa dibedakan menjadi lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung (direct) terhadap organisasi dan yang tidak langsung (indirect). Lingkungan yang berpengaruh langsung sering disebut sebagai lingkungan kerja (task environment), sedangkan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung disebut lingkungan umum (general environtment).
Lingkungan langsung akan mempengaruhi nasib organisasi secara langsung. Karena itu lingkungan tersebut juga sebagai stakeholder (pihak yang menentukan nasib organisasi). Ada dua jenis lingkungan langsung yaitu eksternal dan internal.

1. Lingkungan Langsung Eksternal

Yang termasuk dalam lingkungan langsung eksternal :

(a)   Konsumen

Konsumen membeli produk yang dihasilkan organisasi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam bahasa pemasaran, konsumen sering disebut sebagai pasar yang diartikan sebagai orang yang mempunyai kebutuhan, uang, dan kesediaan untuk membelanjakan uangnya. Konsumen tentu saja sangat menentukan nasib organisasi. Apabila suatu organisasi gagal memenuhi kebutuhan, organisasi akan ditinggalkan oleh konsumennya. Dengan demikian perusahaan harus mengenali perubahan selera atau kebutuhan konsumen tersebut.

(b)   Pemasok

Pemasok merupakan pihak yang memberikan input ke perusahaan. Input dapat berupa bahan baku, bahan setengah jadi, karyawan, modal keuangan, informasi, atau jasa yang diperlukan organisasi.
                       Dalam sektor tertentu pemasok mempunyai kedudukan yang cukup kuat, sementara pada sektor lainnya pemasok mempunyai kedudukan yang relatif lemah terhadap perusahaan. Pemasok tunggal tentunya mempunyai kedudukan yang kuat dibanding dengan banyak pemasok.Hubungan yang erat dengan pemasok dapat mengefisienkan kegiatan organisasi. Contoh: manajemen persediaan nol (just-in-time) yang sukses diterapkan di Jepang sangat bergantung pada keeratan antara organisasi dengan pemasok.

(c)   Pesaing

Organisasi perusahaan akan berebut konsumen dengan pesaing. Pesaing memberikan produk yang mempunyai fungsi sama dengan produk yang dihasilkan organisasi untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
Pesaing memberikan produk yang mempunyai fungsi sama dengan produk yang dihasilkan organisasi untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Organiasasi juga akan bersaing dengan organisasi lainnya dalam memperebutkan sumberdaya. Contoh: organisasi akan bersaing memperoleh dana dari lembaga keuangan dan memperoleh karyawan yang berkualitas dari universitas.Oleh karena itu Manajer  harus pandai menentukan mana pesaing dan bagaimana menghadapi pesaing tersebut.

(d)   Pemerintah

Pemerintah mempunyai peranan penting dalam kehidupan organisasi. Pemerintah biasanya berfungsi sebagai wasit dan memastikan aturan berjalan dengan semestinya. Dalam peran ini pemerintah akan mengeluarkan aturan-aturan perundangan yang akan mempengaruhi kehidupan organisasi.
Melalui perusahaan negara (BUMN), pemeintah menjadi pesaing langsung suatu organisasi yang kebetulan berada pada bidang usaha yang sama. Manajer juga harus memahami proses pengambilan keputusan pemerintah. Meskipun pemerintah diharapkan menjadi wasit yang adil, tetapi pengambilan keputusan akan diwarnai oleh pembenturan kepentingan. Dengan demikian manajer dapat melakukan antisipasi yang tepat.

(e)   Lembaga Keuangan

Organisasi akan tergantung pada lembaga keuangan. Lembaga keuangan akan memberikan input modal keuangan. Lembaga keuangan juga menjadi perantara bagi organisasi kepasar keuangan. Pasar keuangan akan memperlancar aliran dana dari pihak surplus dana ke pihak yang membutuhkan dana atau defisit dana. Manajer harus menentukan alternatif pendanaan (hutang, obligasi, jual saham, leasing) yang paling murah dan fleksibel.

(f)   Kelompok-kelompok Lain

Selain kelompok-kelompok yang sudah disebutkan di atas, organisasi juga menghadapi kelompok lainnya (yang belum disebutkan) dari lingkungannnya. Kelompok tersebut biasanya  tergantung pada jenis kegiatan organisasi. Organisasi perusahaan akan bergantung pada organisasi Serikat Pekerja. Organisasi rumah sakit akan berurusan dengan organisasi dokter atau jururawat.

2. Lingkungan Langsung Internal

Lingkungan  langsung internal berada dalam organisasi, bukan merupakan bagian dari lingkungan eksternal. Lingkungan internal menjadi bagian dari lingkungan yang dihadapi oleh manajer individual bukan organisasi secara keseluruhan.

(a)   Pekerja

Pekerja merupakan sumber daya organisasi. Jika karyawan dan organisasi atau manajer mempunyai tujuan yang sama maka organisasi akan berjalan dengan efektif. Tetapi kondisi tersebut tidak mudah dijelaskan dan dilaksanakan. Akibatnya sering terjadi tarik menarik kekuatan antara keduanya. Contoh: Manajemen tidak membayar upah sesuai upah minimum.
Beberapa alternatif dikembangkan untuk menyamakan kepentingan karyawan dan manajemen. Salah satu cara adalah ESOP (Employee Stock Ownership Plan),  dimana karyawan, baik langsung maupun tidak langsung memiliki saham peusahaan di tempat mereka bekerja.

(b)   Dewan Komisaris

Komisaris ditunjuk untuk mewakili kepentingan pemegang saham, biasa dijumpai pada perusahaan dengan bentuk PT. Tugas pokok komisaris adalah mengawasi manajemen, memastikan manajemen bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.

(c)   Pemegang Saham

Pemegang saham memberikan modal ke perusahaan dalam bentuk penyertaan. Dengan demikian mereka memiliki peusahaan dan mempunyai hak dan kewajiban. Hak mereka antara lain berbagi (share) keuntungan. Kewajiban mereka antara lain menanggung resiko perusahaan.

(d)   Jaringan Stakeholder

Pihak-pihak yang telah disebutkan, yang menentukan nasib perusahaan (stakeholders), membentuk jaringan antar stakeholder dan dengan organisasi. Contoh, pemegang saham menunjuk dewan komisaris, kemudian dewan komisaris mengawasi kerja manajemen dan prestasi organisasi.
Stakeholder juga berperan ganda. Karyawan organisasi akan menjadi stakeholder sebagai karyawan dan juga sebagai stakeholder konsumen. Disamping itu stakeholder yang berbeda dapat bersatu apabila memperjuangkan hal yang sama. Contoh, konsumen yang menginginkan informasi produk yang tidak menyesatkan maka mereka dapat bekerjasama dengan pemerintah.
Kepentingan stakeholder tidak selalu sama, bahkan sering berbeda. Contoh, pemegang saham menginginkan tingkat keuntungan yang tinggi. Konsumen menginginkan kualitas dengan harga murah.

3.. Elemen Lingkungan Umum (Lingkungan Tidak Langsung)

Lingkungan umum mempengaruhi organisasi melalui dua cara:Mendorong pembentukan stakeholder dan   Menciptakan lingkungan dimana organisasi harus mengantisipasi perubahan lingkungan tersebut.Contoh, tingkat pendidikan yang semakin tinggi membuat masyarakat semakin kritis, maka tuntutan semakin banyak, selanjutnya kadang mendorong timbulnya organisasi sosial (NGO) yang memperjuangkan kepentingan tertentu.

Berikut ini beberapa elemen lingkungan umum:

(a)   Demografi

Demografi menyangkut struktur kependudukan di lingkungan organisasi berada. Perubahan demografi akan menyebabkan kesempatan sekaligus ancaman bagi organisasi tergantung bagaimana organisasi mengantisipasi perubahan tersebut. Misalnya, perpindahan penduduk dari desa ke kota. Gelombang organisasi ini menimbulkan bisnis tertentu.

(b)   Gaya hidup

aya hidup merupakan manifestasi keluar yang nampak dari sikap  dan nilai seseorang. Gaya hidup suatu masyarakat akan berubah-ubah. Contoh, dengan semakin banyaknya pasangan rumah tangga yang bekerja semua, memunculkan kesempatan penitipan bayi/anak kecil, makanan siap saji (instant).

(c)   Nilai sosial

Nilai sosial akan berpengaruh pada organisasi. Di setiap negara mempunyai nilai yang berbeda beda. Masyarakat bisnis yang sukses di Amerika adalah yang mempunyai daya saing individual yang tinggi, di Indonesia adalah mengandalkan pada jaringan kerjasama bisnis yang berati membutuhkan ketrampilan sosial yang tinggi dan kurang menonjolkan gaya kompetisi, dan di Jepang lebih menonjolkan kerjasama.

d.      Variabel Ekonomi

Jika suatu perekonomian mengalami resesi, organisasi akan semakin sulit bergerak. Manajer dapat melihat indikator-indikator ekonomi untuk melihat kondisi ekonomi yang ada, diantaranya: tingkat inflasi, tingkat pengangguran, jumlah uang beredar, kurs rupiah terhadap uang asing, tingkat bunga, RAPBN, dan devisa negara.

e.      Politik

Banyak peraturan perundang-undangan yang mempengaruhi organisasi dihasilkan melalui proses politik. Politik Internasional juga akan mempengaruhi kegiatan suatu organisasi. Karena itu perubahan politik di negara partner perdagangan utama harus diperhatikan oleh manajer.

f.      Teknologi

Perubahan teknologi akan merubah cara kerja organisasi, dan juga memunculkan stakeholder baru. Perubahan yang diakibatkan oleh teknologi lebih tenang dibandingkan dengan perubahan yang terjadi oleh revolusi politik.

g.      Dimensi Internasional

Dimensi internasional menjadi semakin penting di era globalisasi. Perekonomian negara-negara di dunia menjadi semakin terbuka. Perusahaan dengan logika global akan mencari sumberdaya dimana saja di dunia dengan tujuan mengopimalkan penggunaan sumberdaya. Perusahaan mencari modal di eropa karena labih murah, mendirikan pabrik di Indonesia karena tenaga kerja murah, menjual produknya di AS karena pasar yang besar. Persaingan produk impor jelas akan mempengaruhi podusen lokal.


Baca Selanjutnya » MAKALAH TEORI ORGANISASI

MAKALAH TENTANG EUROFIKASI, ARTIKEL TENTANG EUROFIKASI

MAKALAH TENTANG EUROFIKASI, ARTIKEL TENTANG EUROFIKASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Eutrofikasi didefinisikan sebagai pengayaan (enrichment) air dengan nutrien atau unsur hara berupa bahan anorganik yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan mengakibatkan terjadinya peningkatan produktivitas primer perairan. Nutrient yang dimaksud adalah nitrogen dan fosfor. Eutrofikasi diklasifikasikan menjadi dua yaitu artificial atau cultural eutrophication dan natural eutrophication. Eutrofikasi diklasifikasikan sebagai artificial (cultural eutrophication) apabila peningkatan unsur hara di periaran disebabkan oleh aktivitas manusia dan diklasifikasikan sebagai natural eutrophication jika peningkatan unsur hara di perairan disebabkan oleh aktivitas alam (Effendi, 2003).

Salah satu penyebab terjadinya eutrofikasi di suatu perairan adalah buangan limbah domestik. Limbah domestik merupakan buangan berupa bahan-bahan sisa dan tidak berguna dari berbagai aktivitas rumah tangga. Limbah ini pada gilirannya akan dapat mempengaruhi kehidupan atau ekosistem penerima limbah tersebut. Sebagian besar masyarakat kita masih beranggapan bahwa lingkungan perairan merupakan tempat pembuangan yang murah dan mudah. Akibatnya terjadi degradasi lingkungan di suatu perairan.

Untuk menghindari terjadinya gangguan terhadap lingkungan penerima limbah tersebut, idealnya limbah tersebut sebelum dibuang ke alam bebas perlu dilakukan suatu tingkat pengolahan. Salah satu aspek yang menjadi sasaran pengolahan terhadap limbah domestik adalah mengurangi konsentrasi senyawa-senyawa mineral yang terkandung didalamnya. Tanpa adanya usaha ini, kelebihan kadar senyawa mineral di perairan akan menyebabkan terjadinya proses eutrofikasi (penyuburan) pada perairan penerima limbah, yang pada gilirannya dapat memacu pertumbuhan organisme tertentu secara tidak terkendali dilingkungan perairan.
 

BAB II
PEMBAHASAN


1.1.  Pengertian Eutrofikasi
Eutrofikasi adalah masalah lingkungan hidup yang mengakibatkan kerusakan ekosistem perrairan khususnya di air tawar Hal tersebut disebabkan oleh limbah fosfat (PO3-), dimana fosfat tersebut dihasilkan oleh limbah rumah tangga seperti detergen, selain itu limbah tersebut juga dapat dihasilkan dari limbah peternakan, limbah industri, dan berasal dari pertanian.
Pada dasarnya Eutrofikasi adalah pencemaran terhadap air yang terjadi dikarenakan terakumulasinya nutrient yang berlebihan didalam ekosistem air. Air dikatakan eutrofik jika konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang 35-100 µg/L. eutrofikasi merupakan sebuah proses alamiah di mana perairan yang terkena dampaknya mengalami penuaan secara bertahap dan menjadi lebih produktif bagi tumbuhnya biomassa. Diperlukan proses ribuan tahun untuk sampai pada kondisi eutrofik. Proses alamiah ini, oleh manusia dengan segala aktivitas modernnya, secara tidak disadari dipercepat menjadi dalam hitungan beberapa dekade atau bahkan beberapa tahun saja. Maka tidaklah mengherankan jika eutrofikasi menjadi masalah di hampir ribuan danau di muka Bumi, sebagaimana dikenal lewat fenomena alga bloom.
Beberapa elemen (misalnya silikon, mangan, dan vitamin) merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan algae. Akan tetapi, elemen-elemen tersebut tidak dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi meskipun memasuki badan air dalam jumlah yang cukup banyak. Hanya elemen tertentu, misalnya fosfor dan nitrogen, yang dapat menyebabkan perairan mengalami eutrofikasi (Mason 1993 in Effendi 2003).
Eutrofikasi merupakan suatu problem yang mulai muncul pada dekade awal abad ke-20, ketika banyak alga yang tumbuh di danau dan ekosistem lainnya. Meningkatnya pertumbuhan algae dipengaruhi langsung oleh tingkat kesuburan perairan oleh adanya aktivitas manusia biasanya berasal dari limbah organik yang masuk ke perairan.
Algae memiliki peran dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan bahan organik dan oksigen dalam air sebagai dasar mata rantai makanan di perairan. Namun apabila keberadaan Algae di perairan dalam jumlah berlebih, maka dapat menurunkan kualitas perairan. Tingginya populasi fitoplankton (algae) beracun di perairan dapat menyebabkan berbagai akibat negatif yang merugikan perairan, seperti berkurangnya oksigen perairan dan menyebabkan kematian biota perairan lainnya.
1.2.  Sejarah Pengetahuan Tentang Eutrofikasi
Problem eutrofikasi baru disadari pada dekade awal abad ke-20 saat alga banyak tumbuh di danau-danau dan ekosistem air lainnya. Problem ini disinyalir akibat langsung dari aliran limbah domestik. Hingga saat itu belum diketahui secara pasti unsur kimiawi yang sesungguhnya berperan besar dalam munculnya eutrofikasi ini.
Melalui penelitian jangka panjang pada berbagai danau kecil dan besar, para peneliti akhirnya bisa menyimpulkan bahwa fosfor merupakan elemen kunci di antara nutrient utama tanaman (karbon (C), nitrogen (N), dan fosfor (P)) di dalam proses eutrofikasi.
Sebuah percobaan berskala besar yang pernah dilakukan pada tahun 1968 terhadap Danau Erie (ELA Lake 226) di Amerika Serikat membuktikan bahwa bagian danau yang hanya ditambahkan karbon dan nitrogen tidak mengalami fenomena algal bloom selama delapan tahun pengamatan. Sebaliknya, bagian danau lainnya yang ditambahkan fosfor (dalam bentuk senyawa fosfat)-di samping karbon dan nitrogen-terbukti nyata mengalami algal bloom.
Menyadari bahwa senyawa fosfatlah yang menjadi penyebab terjadinya eutrofikasi, maka perhatian para saintis dan kelompok masyarakat pencinta lingkungan hidup semakin meningkat terhadap permasalahan ini. Ada kelompok yang condong memilih cara-cara penanggulangan melalui pengolahan limbah cair yang mengandung fosfat, seperti detergen dan limbah manusia, ada juga kelompok yang secara tegas melarang keberadaan fosfor dalam detergen. Program miliaran dollar pernah dicanangkan lewat institusi St Lawrence Great Lakes Basin di AS untuk mengontrol keberadaan fosfat dalam ekosistem air. Sebagai implementasinya, lahirlah peraturan perundangan yang mengatur pembatasan penggunaan fosfat, pembuangan limbah fosfat dari rumah tangga dan permukiman. Upaya untuk menyubstitusi pemakaian fosfat dalam detergen juga menjadi bagian dari program tersebut.

2.3. Gejala Terjadinya Eutrofikasi
Problem eutrofikasi baru disadari pada dekade awal abad ke-20 saat alga banyak tumbuh di danau-danau dan ekosistem air lainnya. Problem ini disinyalir akibat langsung dari aliran limbah domestik. Hingga saat itu belum diketahui secara pasti unsur kimiawi yang sesungguhnya berperan besar dalam munculnya eutrofikasi ini.

Masalah utama sebagai pemicu terjadinya proses peledakan kelimpahan fitoplankton di suatu perairan adalah kodisi lingkungan perairan tersebut yaitu adanya peningkatan nutrisi yang tidak seimbang pada trofik level di lapisan eufonik. Peningkatan masuknya nutrisi bisa merupakan proses alami (seperti proses umbulan atau upwelling, masukan dari air sungai yang tercemar) atau akibat aktivitas manusia. Selain itu buangan bahan organik diperairan biasanya berupa bahan nutrisi dari hasil pemupukan (fosfat, nitrogen dan potasium) sebagai penyumbang utama akan pencemaran di perairan sehingga mengakibatkan beberapa jenis biota perairan mati (Sediadi & Thoha, 2000).

Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan terhadap danau besar dan kecil, di antara nutrient yang berperan penting bagi tanaman (karbon, nitrogen, dan fosfor) ternyata fosfor merupakan elemen kunci dalam proses eutrofikasi. Suatu perairan dikatakan eutrofik jika konsentrasi total fosfor berada dalam rentang 35-100 µg/L.

Sebuah percobaan berskala besar yang pernah dilakukan pada tahun 1968 terhadap Danau Erie (ELA Lake 226) di Amerika Serikat membuktikan bahwa danau yang hanya ditambahkan karbon dan nitrogen tidak mengalami fenomena algal bloom selama delapan tahun pengamatan. Sebaliknya, bagian danau lainnya yang ditambahkan fosfor (dalam bentuk senyawa fosfat) di samping karbon dan nitrogen terbukti nyata mengalami algal bloom.

Menyadari bahwa senyawa fosfatlah yang menjadi penyebab terjadinya eutrofikasi, maka perhatian para saintis dan kelompok masyarakat pencinta lingkungan hidup semakin meningkat terhadap permasalahan ini. Ada kelompok yang condong memilih cara-cara penanggulangan melalui pengolahan limbah cair yang mengandung fosfat, seperti detergen dan limbah manusia, ada juga kelompok yang secara tegas melarang keberadaan fosfor dalam detergen. Program miliaran dollar pernah dicanangkan lewat institusi St Lawrence Great Lakes Basin di AS untuk mengontrol keberadaan fosfat dalam ekosistem air. Sebagai implementasinya, lahirlah peraturan perundangan yang mengatur pembatasan penggunaan fosfat, pembuangan limbah fosfat dari rumah tangga dan permukiman. Upaya untuk menyubstitusi pemakaian fosfat dalam detergen juga menjadi bagian dari program tersebut (Anonim, 2009).


2.4. Akibat yang Ditimbulkan Oleh Proses Eutrofikasi
Kondisi eutrofik sangat memungkinkan algae, tumbuhan air berukuran mikro, untuk tumbuh berkembang biak dengan pesat (blooming) akibat ketersediaan fosfat yang berlebihan serta kondisi lain yang memadai. Hal ini bisa dikenali dengan warna air yang menjadi kehijauan, berbau tak sedap, dan kekeruhannya yang menjadi semakin meningkat. Banyaknya eceng gondok yang bertebaran di rawa-rawa dan danau-danau juga disebabkan fosfat yang sangat berlebihan ini. Akibatnya, kualitas air di banyak ekosistem air menjadi sangat menurun. Rendahnya konsentrasi oksigen terlarut, bahkan sampai batas nol, menyebabkan makhluk hidup air seperti ikan dan spesies lainnya tidak bisa tumbuh dengan baik sehingga akhirnya mati. Hilangnya ikan dan hewan lainnya dalam mata rantai ekosistem air menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem air. Permasalahan lainnya, cyanobacteria (blue-green algae) diketahui mengandung toksin sehingga membawa risiko kesehatan bagi manusia dan hewan. Algal bloom juga menyebabkan hilangnya nilai konservasi, estetika, rekreasional, dan pariwisata sehingga dibutuhkan biaya sosial dan ekonomi yang tidak sedikit untuk mengatasinya (Anonim, 2009).

Selain hal itu, dampak lain yang dapat terjadi akibat proses eutrofikasi antara lain :

  Blooming algae dan tidak terkontrolnya pertumbuhan tumbuhan akuatik lain
  Terjadi kekeruhan perairan
  Terjadi deplesi oksigen, terutama di lapisan yang lebih dalam dari danau atau waduk
  Terjadi supersaturasi oksigen
  Berkurangnya jumlah dan jenis spesies tumbuhan dan hewan
  Berubahnya komposisi dari banyaknya spesies ikan menjadi sedikit spesies ikan
  Berkurangnya hasil perikanan akibat deplesi oksigen yang signifikan d perairan
  Produksi substansi beracun oleh beberapa spesies blue-green algae
  Ikan yang ada di perairan menjadi berbau lumpur
  Pengurangan nilai keindahan dari danau atau waduk karena berkurangnya kejernihan air
  Menurunkan kualitas air sebagai sumber air minum dan MCK

2.5. Strategi Penanggulangan Eutrofikasi
Dewasa ini persoalan eutrofikasi tidak hanya dikaji secara lokal dan temporal, tetapi juga menjadi persoalan global yang rumit untuk diatasi sehingga menuntut perhatian serius banyak pihak secara terus-menerus. Eutrofikasi merupakan contoh kasus dari problem yang menuntut pendekatan lintas disiplin ilmu dan lintas sektoral.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penanggulangan terhadap problem ini sulit membuahkan hasil yang memuaskan. Faktor-faktor tersebut adalah aktivitas peternakan yang intensif dan hemat lahan, konsumsi bahan kimiawi yang mengandung unsur fosfat yang berlebihan, pertumbuhan penduduk bumi yang semakin cepat, urbanisasi yang semakin tinggi, dan lepasnya senyawa kimia fosfat yang telah lama terakumulasi dalam sedimen menuju badan air. Oleh karena itu salah satu solusi yang penting yaitu dibutuhkan suatu kebijakan yang kuat dalam mengontrol pertumbuhan penduduk serta penggunaan fosfat terutama di bidang pertanian. Dalam pemecahan problem ini, peran serta pemerintah dan seluruh masyarakat sangat penting terutama untuk mengelola, memelihara, dan melestarikan sumber daya air demi kepentingan bersama (Anonim, 2009).
Pada umumnya ada dua cara untuk menanggulangi eutrofikasi (Anonim, 2009) :

A.       Attacking symptoms
• Mencegah pertumbuhan vegetasi penyebab eutrofikasi
• Menambah atau meningkatkan oksigen terlarut di dalam air
Bila menggunakan cara ini, ada beberapa metode yang dapat digunakan :
• Chemical treatment yang dimaksudkan untuk mengurangi kandungan nutrien yang berlebihan di dalam air
• Aerasi
• Harvesting algae (memanen alga) yang dimaksudkan untuk mengurangi alga yang tumbuh subur di permukaan air


B.        Getting at the root cause
• Mengurangi nutrient dan sedimen berlebih yang masuk ke dalam air
Bila menggunakan cara ini, ada beberapa metode yang dapat digunakan :
• Pembatasan penggunaan fosfat
• Pembuangan limbah fosfat dari rumah tangga dan permukiman.
• Upaya untuk menyubstitusi pemakaian fosfat dalam detergen
Cara ini dapat diwujudkan apabila pemerintah dapat menerbitkan suatu peraturan pemerintah atau suatu undang-undang dalam pembatasan penggunaan fosfat untuk melindungi ekosistem air dari cultural eutrofikasi. Di Ameriak Serikat sudah lahir peraturan perundangan mengenai hal ini yang diusahakan oleh sebuah institusi St Lawrence Great Lakes Basin. Di Indonesia sendiri belum terdapat perundangan yang mengatur tentang penguunaan fosfat.



BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
1.  Pencemaran air dapat berdampak pada kesehatan, keselamatan dan akhirnya berakibat pada pembangunan ekonomi. Bencana krisis air dapat merupakan ancaman bagi keberlangsungan generasi yang akan datang. Ditinjau dari segi kualitas dan kuantitas, kondisi sumber air makin menurun dan berkembangnya berbagai sumber penyakit. Tingginya pencemaran air disebabkan limbah industri yang tidak diolah dahulu serta limbah rumah tangga pada pemukiman yang dibuang ke badan sungai.
2.  Terbatasnya upaya pengendalian pencemaran air diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan serta kurangnya penegakan hukum bagi pelanggar pencemaran lingkungan. Diperlukan pendekatan yang komprehensif dan holistic bagi penanggulangan pencemaran air, agar dapat dipertahankan kualitas lingkungan yang baik. Pemerintah juga hendaknya mengeluarkan kebijakan yang pada dasarnya merangsang pengguna air untuk melakukan efisiensi dengan menganggap bahwa air merupakan sumberdaya yang terbatas.
3.  Ada beberapa faktor yang menyebabkan penanggulangan terhadap probem eutrofikasi ini sulit membuahkan hasil yang memuaskan. Faktor-faktor tersebut adalah :
• aktivitas peternakan yang intensif dan hemat lahan
• konsumsi bahan kimiawi yang mengandung unsur fosfat yang berlebihan
• pertumbuhan penduduk bumi yang semakin cepat
• urbanisasi yang semakin tinggi
• lepasnya senyawa kimia fosfat yang telah lama terakumulasi dalam sedimen menuju badan air.
Penyisihan fosfat merupakan metode terbaru yang banyak dikembangkan untuk menanggulangi masalah eutrofikasi. Penyisihan fosfat menggunakan media plastik dengan filter biologis mampu meningkatkan efisiensi penyisihan fosfat 85,3 %. Penyisihan dengan kristalisasi pasir kuarsa dilakukan dengan aerasi kontinyu dapat mencapai efisiensi 80% dalam waktu 120 – 150 menit. Pemanfaatan tanah lempung untuk pengolahan air limbah diperoleh bahwa adsorpsi terbesar tercapai pada suasana asam dan dengan penambahan presipitan Fe dapat mencapai efisiensi 80%. Hasil optimum dapat dicapai dalam proses penyisihan fosfor dilakukan dengan menggunakan adsorben tanah yang diasamkan bila ada penambahan presipitan Fe.

Baca Selanjutnya » MAKALAH TENTANG EUROFIKASI, ARTIKEL TENTANG EUROFIKASI

Makalah Tentang Tata Surya, Makalah Tentang Tata Surya Lengkap, Makalah Tentang Tata Surya Bagus, Atikel atau Makalah Tentang Tata Surya

Makalah Tentang Tata Surya, Makalah Tentang Tata Surya Lengkap, Makalah Tentang Tata Surya Bagus, Atikel atau Makalah Tentang Tata Surya

PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini berkembang dengan sangat pesat. Umat manusia dengan kurioritasnya, selalu berusaha untuk menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang alam sekitar dan sebagainya agar memperoleh jawaban yang memuaskan. Dulu, alam semesta merupakan hal yang sulit untuk dipahami dan penuh dengan hal yang misterius. Namun sekarang dengan perkembangan tehknologi, manusia kini mampu untuk memecahkan pertanyaan-petanyaan yang dulu hanya dijawab seadanya.
Alam semesta dan tata surya dulu merupakan hal yang dapat dikatakan seperti dunia mimpi bagi manusia, kini dapat kita pelajari dan kita ketahui dengan mudah. Gejala-gejala alam yang misterius juga dapat kita ketahui.


B.            Rumusan Masalah
1.      Apakah tata surya itu dan bagaimanakah asal usul tata surya?
2.      Benda-benda langit apa sajakah yang merupakan penyusun utama dari tata surya?
3.      Seperti apakah Bumi dan lapisan-lapisan Bumi itu?
C.           Manfaat
Dengan adanya makalah ini, diharapakan kita dapat lebih mengetahui dan menambah wawasan mengenai alam semesta, khususnya tata surya.

D.           Tujuan
1.        Mengetahui apakah yang dimaksud dengan tata surya dan seperti apakah asal usul tata surya itu,
2.        Mengetahui benda-benda langit penyusun tata surya, dan
3.        Mengetahui seperti apakah Bumi dan lapisan-lapisan Bumi.



PEMBAHASAN

A.           Sistem Tata Surya
1.        Asal Usul Tata Surya
Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai,dan satelit alami.
Tata surya terletak di tepi galaksi Bima Sakti dengan jarak sekitar 2,6x1017 km dari pusat galaksi, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Tata surya mengelilingi pusat galaksi bima sakti dengan kecepatan 220 km/detik, dan dibutuhkan waktu sekitar 226 juta tahun untuk sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan umur tata surya yang sekitar 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi pusat galaksi sebanyak 18 kali dari semenjak terbentuk.

a.      Hipotesis Nebula
Hipotesis Nebula atau teori kabut pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg pada tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796. Kemudian hipotesis ini lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Leplace.
Hipotesi ini mengemukakan bahwa pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es dan gas yang disebut nebula, serta unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas dan akhirnya mejadi bintang raksasa atau biasanya disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. Cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet-planet.

b.      Hipotesis Planetisimal
Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton mengemukakan hipotesis ini pertama kali pada tahun 1900. Hipotesis ini mengatakan tata surya terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari, pada masa pembentukan matahari. Karena jarak yang dekat tersebut, kemudian terjadi benjolan pada permukaan matahari, dan bersama dengan proses internal matahari, bintang lain tersebut manarik materi berulang-ulang dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan tebentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain tetap berada di orbit, mendingin dan memadat, menjadi benda-benda berukuran kecil yang disebut planetesimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sedangkan sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

c.       Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Menurut hipotesis ini, planet terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan ini menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudain terkondensasi menjadi planet. Akan tetapi, astronom Harold Jeffreys tahun 1929 menyebutkan bahwa tabrakan itu tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.

d.      Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi dikemukakan tahun 1950 oleh astronom Belanda, G.P. Kuiper. Menurutnya, tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

e.       Hipotesis Bintang Kembar
Fred Hoyle pada tahun 1956 mengemukakan bahwa dahulu tata surya berupa dua bintang yag hampir sama ukurannya dan letaknya pun berdekatan, kemudian salah satunya meledak menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

2.        Bintang dan Matahari
Bintang adalah benda langit yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Hipparchus, astronom Yunani untuk petama kalinya dengan mata telanjang mengklasifikasikan tingkat kecemerlangan bintang. Dari bintang Magnitudo 1 dan Magnitudo 6, perbedaan tingkat kecemerlangan 100 kali lipat. Dengan melihat tingkat kecemerlangan warna bintang, kita juga bisa mengetahui usia bintang. Saat lahir, bintang mengeluarkan warna biru muda, semakin lama bintang berubah menjadi merah. Semakin tinggi suhu sebuah bintang, maka warnanya akan semakin biru, yang suhunya sedang warnanya putih dan kuning, sedangkan bintang yang suhunya rendah berwarna merah.
Bintang terlahir dari nebula raksasa. Partikel-partikel yang terdiri dari gas dan debu dalam nebula tersebut, pelan-pelan saling tarik dan merapat selama milyaran tahun. Ketika makin rapat, gaya tarik menarik akan semakin kuat, sampai suatu saat akan terjadi tarikan yang cepat kearah pusat gravitasi nebula tersebut. Gerakan serentak materi nebula tersebut ke satu titik menimbulkan ledakan dan panas di pusat gravitasinya dan dari sinilah lahir sebuah bintang.
Berikut ini adalah tabel bintang-bintang yang jaraknya dekat dengan Bumi.
Nama Bintang Jarak (Tahun Cahaya) Magnitudo Visual (Magnitudo Tampak) Luminositas (Matahari=1) Kategori
Matahari 0 -26.8 1 Bintang Kuning
Proxima Centauri 4,2 11.0 0,00005 Bintang Kerdil Merah
Alpha Centauri A 4,3 0,0 1,3 Bintang Kuning
Alpha Centauri B 4,3 1,4 0,36 Bintang Oranye
Bintang Barnard 5,9 9,5 0,00044 Bintang Kerdil Merah
Wolf 359 7,6 13,5 0,00002 Bintang Kerdil Merah
Leland 21185 8,1 7,5 0,0052 Bintang Kerdil Merah
Sirius A 8,6 -1,5 23 Bintang Putih
Sirius B 8,6 8,7 0,002 Bintang Kerdil Putih
Bintang UV A Rasi Cetus 8,9 12,4 0,00006 Bintang Kerdil Merah
Bintang UV B Rasi Cetus 8,9 12,9 0,00004 Bintang Kerdil Merah

Matahari merupakan bintang besar yang menjadi pusat tata surya, karena semua planet dan benda-benda di tata surya beredar mengelilinginya. Matahari berotasi, sedangkan planet-planet melakukan rotasi dan revolusi. Jarak rata-rata matahari dengan Bumi dinamakan satu satuan astronomi, dan besarnya kira-kira 150.000.000 km. Suhu permukaan matahari kira-kira 6.0000C, dengan diameter 109 kali diameter Bumi atau sekitar 1.400.000km.
Prominensa adalah pancaran gas berbentuk kembang api merah yang menyembur dari dalam matahari. Prominensa terjadi karena matahari terdiri dari gas hidrogen. Hidrogen terus-menerus meledak dan berubah menjadi unsur yang lain, namun karena gravitasinya terlalu besar, unsur tersebut tidak terlepas keluar melainkan kembali tersedot kedalam inti.
Pada permukaan matahari terdapat bintik hitam. Sebenarnya bintik hitam ini merupakan daerah permukaan matahari yang yang suhunya lebih rendah dibandingkan dengan suhu permukaan lainnya. Sehingga warnya menjadi lebih gelap, namun sebenarnya suhunya masih lebih dari 4.000OC. Bintik hitam ini terkadang mengalami ledakan yang biasa disebut sunflare (semburan matahari). Pada saat terjadi ledakan bintik hitam, sunflare memancarkan energi, seperti sinar ultraviolet, sinar x dan sebagainya. Sinar-sinar inilah yang kemudian dapat mengacaukan lapisan ionosfer yang dianggap sebagai cermin gelombang elektromagnetik maka muncul lah fenomena Dellinger. Selain fenomena dellinger, terjadi pula fenomena aurora. Saat masuk ke lapisan ionosfer, partikel yang dipancarkan oleh flare bertabrakan dengan atom yang ada di atmosfer Bumi. Peristiwa ini menimbulkan sinar yang indah di daerah kutub.

3.        Planet
Pada tanggal 24 Agustus 2006 di Praha Ceko, pertemuan International Astronomical Union dikeluarkan definisi baru mengenai planet:
1)        Benda antariksa yang mengorbit mengelilingi bintang, sementara benda tersebut bukan bintang.
2)        Memiliki massa yang cukup besar lebih dari 5x1020 kg
3)        Berdiameter lebih dari 800 km
4)        Memiliki gravitasi cukup berat sehingga bentuknya mendekati bulat serta membebaskan lingkungan sekitar orbit (tidak memotong orbit planet lain).
Berdasarkan posisinya, planet di tata surya dibagi atas planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang bila dibandingkan dengan Bumi, lebih dekat dengan matahari, yaitu Merkurius dan Venus. Sedangkan planet luar, adalah planet yang jaraknya dengan matahari lebih jauh bila dibandingkan dengan Bumi, yaitu Mars, Jupiter, Satrunus, Uranus dan Neptunus.
Berdasarkan besar dan massa jenisnya planet dibagi menjadi Terrestrial Planet dan Giant Planet/Jovian Planet. Planet yang ukurannya kecil dan massa jenisnya tinggi disebut Planet Terrestrial atau Keluarga Bumi. Planet-planet yang termasuk dalam Keluarga Bumi adalah planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Giant atau Jovian Planet biasa juga disebut Planet Keluarga Jupiter merupakan kelompok planet yang ukurannya besar namun massa jenisnya rendah, planet-planet ini adalah Jupiter, Satrunus, Uranus dan Neptunus.
Sejak ditetapkannya definisi planet yang baru, Pluto tidak berhak menyandang nama planet. Berkat perkembangan teknologi observasi astronomi, diketahui bahwa ternyata ukuran Pluto lebih kecil dibandingkan Bulan dan orbitnya oval tidak beraturan. Status Pluto mulai diragukan pada tahun 2003, hingga akhirnya Pluto resmi dikeluarkan dari daftar planet pada tahun 2006 dan kemudian nama Pluto dirubah menjadi 134340, sedangkan Charon, yang dulunya dikenal sebagai satelitnya Plutomenjadi 134340 I. Dan kini, 134340 termasuk kedalam daftar Planet Kerdil atau Planet Katai, yaitu planet yang gravitasinya lemah dibandingkan dengan kedelapan planet yang lainnya. Namun, standar definisi planet kerdil dan benda-benda langit lainnya sampai sekarang masih belum ditetapkan. Sedangkan anggota planet katai yang lainnya adalah Ceres, Haumea, Makemake, dan Eris.

a.    Merkurius
Merkurius adalah planet yang paling dekat jaranknya dengan Matahari. Jarak antara Merkurius dan Matahari kira-kira 57.900.000 kilometer atau 0,39 SA. Hal ini mengakibatkan suhu di Merkurius pada siang hari bisa mencapai 430oC, sedangkan pada malam hari suhunya turun menjadi -180oC.
Diantara Planet Keluarga Bumi, Merkurius lah yang ukurannya paling kecil, yaitu 38% diameter Bumi dengan massa 1/18 massa Bumi dengan periode revolusi kurang lebih 88 hari dan periode rotasinya kira-kira 59 hari. Merkurius tidak memiliki atmosfer dan satelit. Sedangkan penampakan permukaan planet ini berupa kawah-kawah yang diduga hasil dari pengerutan pada periode wala sejarah planet ini. Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri atas atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin Matahari.

b.   Venus
Venus (0,7 SA) adalah planet yang terlihat paling terang, dilihat dari Bumi. Venus nampak paling jelas dari Bumi, karena sebagian besar atmosfer tebal di Venus terbentuk dari karbondioksida dan Venus memantulkan 75% sinar Matahari yang diterimanya. Karena atmosfer Venus yang tebal, maka panas terperangkap dalam atmosfer, sehingga muncullah efek rumah kaca. Selain efek rumah kaca yang kuat, permukaan Venus juga tertutup oleh banyak gunung berapi dengan asap yang pekat dengan lava yang panas, hingga mahluk hidup sulit untuk hidup disana. Hal ini pula lah yang menyebabkan Venus menjadi planet yang terpanas di tata surya dengan suhu permukaan mencapai 465oC.
Venus juga sering dijuluki Bintang Fajar atau Bintang Kejora karena tampak menjelang matahari terbit atau beberapa saat sesudah matahari terbenam. Setelah bulan, Venus adalah benda langit yang paling terang dilihat dari Bumi. Venus juga dianggap sebagai kembarannya Bumi karena massanya yang hampir mirip dengan Bumi, yaitu 0,815 dari massa Bumi, ukurannya pun hampir sama dengan Bumi, yaitu 12.100 km. sedangkan gravitasinya kira-kira 0,88 kalinya Bumi. Namun Venus memiliki arah rotasi yang berbalikkan dengan Bumi, sehingga di Venus Matahari terbit dari sebelah barat dan tenggelam dari sebelah timur. Dengan waktu tempuh rotasi 243,2 hari dan revolusi 224,7 hari.

c.    Bumi
Bumi merupakan satu-satunya planet pada tata surya yang mendukung kehidupan. Kombinasi cairan air, atmosfer yang terdiri atas oksigen dan nitrogen, dan pola cuaca yang dinamis memberikan unsur-unsur dasar untuk beraneka ragam kehidupan mahluk hidup didalamnya. Bumi memiliki bualn sebagai satelit alami. Jarak Bumi ke Matahari adalah 1 AU, dengan diameter Bumi 12.760 km dan rotasi 23,56 menit serta revolusi 365,26 hari. Suhu terendah di Bumi adalah -70oC dan tertinggi mencapai 55oC.

d.   Mars
Planet Mars atau yang biasa dipanggil “si planet merah” ini memang tampak merah bila dilihat pada malam hari. Hal ini disebabkan karena permukaan tanah di Mars yang berupa batu-batuan dan tanah liat banyak mengandung oksida besi. Sedangkan unsur penting di atmosfer di Mars yang tipis adalah karbondioksida dan karena hampir tidak ada uap air menjadikan Mars sangat kering. Pemukaan Mars juga terdapat banyak gunung, yang salah satunya merupakan gunung terbesar di tata surya, yaitu Gunung Olympus dengan diameter permukaan bawannya 500-600 km. selain gunung, juga terdapat Ngarai (canyon) Marineris.
 Suhu terendah dipermukaan Mars -120oC dan suhu tertingginya mencapai 25o C. Jarak rata-rata Mars dari Matahari adalah 1,5 AU dengan ukuran lebih kecil dari Venus dan Bumi (0,107 massa Bumi) dan diameter ekuatorialnya 6.790 km. Dengan diameter Mars yang hampir separuhnya Bumi, satu harinya lebih panjang 41 menit daripada Bumi, sedangkan satu tahun di Mars sama dengan 687 hari.
Di kutub Mars juga terdapat es seperti es yang terdapat di kutub Bumi, es ini sebagian besar merupakan campuran air dan karbondioksida beku. Mars memiliki dua satelit, Phobos dan Deimos. Satelit Mars ini diduga merupakan asteroid yang terjebak oleh gravitasi Mars, karena bentuk Phobos terlihat seperti batu hitam gelap berukuran 15x12x11 km, dengan lubang-lubang kecil dipermukaannya. Sedangkan Deimos, berukuran 27x21x19 km dengan lebih banyak lagi lubang pada permukaannya bila dibandingkan dengan Phobos.

e.    Jupiter
Jupiter (5,2 AU) merupakan planet terbesar di tata surya dengan diameter 11 kalinya Bumi dengan massa 318 massa Bumi. Unsur pembentuk utama lapisan atmosfernya adalah hidrogen dan sedikit helium. Jupiter berotasi dengan kecepatan yang sangat tinggi, yaitu sekitar 10 jam. Hal inilah yang mengakibatkan permukaan di planet Jupiter tampak seperti belang-belang. Bintik merah raksasa dipermukaan planet Jupiter sendiri merupakan pusaran raksasa yang sangat besar. Namun, revolusi planet ini memakan waktu yang cukup lama, yaitu 11,86 tahun. Sedangkan planet ini memiliki cukup banyak satelit, sekitar lebih dari 60 satelit. Tapi ini masih bisa berubah lagi, karena satelit-satelit planet yang ditemukan akan semakin banyak seiring dengan kemajuan teknologi observasi astronomi. Io, Europa, Ganymede dan Callisto adalah satelit Jupiter yang ditemukan oleh astronom Italia, Galileo Galilei pada tahun 1610. Karena itulah keempat satelit ini dikenal sebagai empat satelit Galileo. Ganymede adalah satelit terbesar ditata surya dengan ukuran yang lebih besar dari pada Merkurius.

f.     Saturnus
Saturnus (9,5 AU), adalah planet yang dikenal dengan cincinnya yang terbentuk dari debu luar angkasa, batu, es dan lain-lain. Planet ini memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter, antara lain komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, berat planet ini kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa Bumi, sehingga menjadi planet yang paling tidak padat di tata surya. Satu hari di Saturnus sama dengan 10 jam 40 menit dengan masa revolusi 29,5 tahun. Dengan diameter ekuatorialnya 120.540 km dan suhu di puncak awannya -180oC.
Sejauh ini, Saturnus memiliki 60 satelit (dan tiga yang belum dipastikan). Kecuali Titan, kesemua satelit Saturnus tersusun atas bongkahan es, sebagian bercampur dengan batu disana-sini. Satelit-satelit yang memiliki gravitasi sama seperti planet ini mengitari Saturnus dan menarik cincin Saturnus. Makanya, interval jarak cincin juga berubah. Beberapa satelit Saturnus adalah Mimas, Enceladus, Dione, Iapetus, Rhea dan Titan. Titan berukuran lebih besar daripada Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit yang memiliki atmosfer yang cukup berarti, berupa hidrogen dan makromolekul organik yang kompleks. Sedangkan permukaan Titan terdapat bagian lautan yang nampak berwarna biru tua dan diperkirakan dipenuhi dengan etana atau metana cair. Keadaan di Titan ini diperkirakan mirip dengan awal mula Bumi ketika belum ada kehidupan.

g.    Uranus
Uranus (19,6 AU), yang ditemukan oeh William Herschel, astronom Inggris pada tahun 1781, berjarak kurang lebih 2.900.000.000 km dari Matahari. Jarak ini kira-kira 20 kali lipat jarak antara Matahari dan Bumi, massanya kira-kira 14,5 kali massa Bumi. Uranus memiliki keunikan, karena sudut rotasi planet ini miring 98 derajat dari orbit revolusinya. Hal ini lah yang menyebabkan kutub utara dan kutub selatan di Uranus bergiliran menghadap Matahari, sehingga selama 42 tahun terus menerus musim panas, dan begitu pula sebaliknya. Namun demikian, temperatur musim dingin Uranus lebih tinggi dari pada musim panas. Hal ini dikarenakan pada musim panas, molekul hidrogen yang terdiri dari dua atom hidrogen menyerap panas dan sinar ultraviolet secara terpisah. Ketika tiba musim dingin, keduanya akan bersatu menjadi molekul hidrogen. Panas yang tadi diserap dilepaskan kembali. Hal inilah yang menyebabkan saat musim dingin suhunya menjadi lebih panas.
Planet ini memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas. Bagian inti ini dibungkus oleh campuran air, amoniak, dan metana. Suhu di puncak awannya -210oC. Jika dilihat dari dekat, Uranus juga sebenarnya memiliki 11 buah cincin yang sangat tipis. Sampai saat ini, Uranus memiliki 27 satelit. Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda adalah beberapa satelit Uranus yang diketahui lewat gambar-gambar yang dikirimkan oleh teleskop luar angkasa Hubble dan Wahana Voyager 2. Periode rotasi planet ini 17 jam 24 menit dan periode revolusinya 84 tahun.

h.   Neptunus
Neptunus ditemukan berdasarkan perhitungan matematika. Setelah menemukan Uranus, para astronom mengetahui bahwa planet ini sedikit demi sedikt keluar dari orbitnya karena terseret suatu gravitasi. John Couch Adam dari Inggris dan Urbain le Verrier dari Perancis dengan matematika menghitung tempat yang seharusnya ada planet yang tak terlihat. Akhirnya, pada tahun 1846, Johann Gottfried Galle dari Jerman menemukan Planet Neptunus. Setelah itu, para astronom menemukan dua buah satelit Neptunus dan kemudian ditemukan 11 satelit lagi, hingga berjumlah 13 buah satelit.
Neptunus (30 AU) bermassa sedikit lebih kecil daripada Uranus, tetapi memiliki 17 kali massa Bumi sehingga lebih padat. Neptunus memancarkan panas dari dalam, tetapi  tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus. Diameter ekuatorialnya 49.530 km dengan volumen 57 kali volume Bumi, sedangkan massanya 17,14 kali massa Bumi. Kala revolusi planet biru ini adalah 164,79 tahun, dengan masa rotasi 16 jam 7 menit. Suhu di puncak awan planet Neptunus adalah -210oC. atmosfer Neptunus tersusun dari hidrogen, helium dan metana.
Neptunus juga mempunyai 6 buah cincin, 4 buah cincin lebar dan 2 buah lainnya kecil. Ada 13 satelit yang diketahui dimiliki oleh Neptunus, diantaranya adalah Proteus dan Triton. Satelit terbesar adalah Triton merupakan satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retro-gade) dan satelit ini juga merupakan satelit paling dingin di tata surya dengan suhu 240o-235o dibawah nol.
Lewat Wahana Voyager 2, diketahui bahwa di Neptunus juga terdapat pusaran raksasa yang mirip dengan Bintik Merah Raksasa yang ada di Jupiter. Dua bintik hitam tersebut merupakan badai besar yang dihasilkan oleh atmosfer Neptunus yang sangat kuat. Badai raksasa sebesar Bumi tersebut berputar dengan kecepatan 2000 km/jam. Merupakan angin yang paling cepat di dalam tata surya.

4.        Asteroid
Asteroid secara umum adalah objek tata surya yang terdiri atas batuan dan mineral logam beku. Dalam tata surya diperkirakan ada lebih dari 100.000 asteroid. Asteroid terbesar bernama Ceres dengan garis tengah kurang lebih 685 km, namun setelah tahun 2006 Ceres diklarifikasi lebih lanjut dan kemudian dinyatakan sebagai anggota dari Planet Kerdil. Asteroid lainnya adalah Gaspra, Ida, Vesta, dan Hygeia.
Asteroid banyak dijumpai diantara lintasan Mars dan Jupiter. Diantara Mars dan Jupiter ini terdapat daerah yang disebut Sabuk Asteroid, yang merupakan kumpulan batuan metal dan mineral. Kebanayakan asteroid ini hanya berdiameter beberapa kilometer dan beberapa memiliki diameter 100 km atau lebih. Sabuk asteroid utama terletak diantara orbit Mars dan Jupiter, berjarak antara 2,3 hingga 3,3 AU, diduga merupakan sisa dari formasi tata surya yang gagal.

5.        Meteor
Meteor merupakan benda-benda langit kecil yang juga mengelilingi Matahari dan jumlahnya sangat banyak. Meteor banyak mengandung besi dan nikel. Sering beberapa diantara meteor jatuh ke Bumi. Meteor yang jatuh ke Bumi akan bergesekan dengan atmosfer Bumi dan terbakar, hingga meteor biasanya akan habis dahulu sebelum mencapai permukaan Bumi. Gesekan meteor dan atmosfer Bumi menghasilkan sinar yang nampak sebagai bintang jatuh atau bintang pijar. Batu meteor yang berhasil mencapai permukaan Bumi disebut meteorit. Batu ini akan meninggalkan bekas berupah kawah pada permukaan Bumi. Kawah Barringer di Arizona, Amerika Serikat merupakan hasil dari jatuhnya meteor ke permukaan Bumi. Kawah ini berdiameter 1.200km dengan kedalaman mencapai lebih dari 175 meter.

6.        Komet
Komet adalah bintang pengembara, yang melintasi Matahari sambil melintas orbit elips yang sangat panjang. Komet terbentuk dari gas, debu, dan bongkahan es sisa penciptaan tata surya. Seperti pada umumnya, komet akan terlihat lebih bercahaya ketika posisi mereka lebih dekat dengan matahari, karena radiasi matahari mendidihkan partikel es dan debu di inti komet. Material berbentuk awan ini disebut kepala (coma) kadang-kadang memiliki ekor, terlihat bercahaya karena memantulkan bentuk sinar matahari. Panjang ekor komet bisa mancapai lebih dari 100 juta kilometer. Sambil mengelilingi orbit yang oval panjang, kepala komet selalu menghadap Matahari.
Beberapa komet yang sudah dikenal adalah Komet Hyakutake, Komet Halley, Komet Encke (secara resmi dinamai 2P/Encke), Komet West, Komet Ikeya-Seki, Comet Kohoutek, Komet Shoemaker-Levy 9 (SL9, secara resmi disebut D/1993 F2), dan Komet Biela (sebutan resmi: 3D/Biela).

B.            BUMI DAN LAPISAN-LAPISAN BUMI
Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak Bumi dengan matahari sekitar 150 juta km.Bumi berbentuk bulat dengan radius ± 6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup.permukaan Bumi terdiri atas daratan dan lautan.
Bentuk Bumi agak pipih di kedua kutubnya, bergaris tengah ekuatorial 7.923mil,sedangkan antar kutub 7.900 mil. Berat jenisnya 5,5 dan beratnya 6,6 × 1.021 ton. Inti dalam Bumi tebalnya 815 mil, inti luar 1.360 mil, mantel Bumi 1.800 mil, dan lapisan lithosfer 20 mil. Lapisan Bumi yang cair disebut hidrosfer yang menutupi 71 % muka Bumi dengan kedalaman rata-rata 4.000 meter, sedangkan lapisan yang berupa gas disebut atmosfer, terdiri atas troposfer setebal 10 mil. Sesudah troposfer adalah lapisan stratosfer dengan ketebalan antara 10-50 mil, pada lapisan ini terdapat lapisan ozon yang dapat yang dapat menolak datangnya sinar ultraviolet berintensitas tinggi dari sinar matahari yang dapat merusak lapisan ionosfer. Secara struktur, lapisan Bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
1.      Kerak Bumi (crush) merupakan kulit Bumi bagian luar (permukaan Bumi). Tebalnya mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak Bumi mencapai 1.100 . Lapisan kerak Bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan lifoster.
2.      Selimut atau selubung (mantle) terletak di bawah lapisan kerak Bumi. Tebalnya mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat.suhu dibagian bawah selimut Bumi mencapai 3.000 .
3.      Inti Bumi (corel), yang terdiri atas material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2.900-5.200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhu nya mencapai 2.200 . Inti dalam merupakan pusat Bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam terdiri atas nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500
Berdasarkan susunan kimianya, Bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni sebagai berikut:
1.      Bagian padat (Lifosfer) yang terdiri atas tanah dan batuan. Lifosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Lifosfer merupakan lapisan kerak Bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1.200 km. Lifosfer tersusun dalam dua lapisan,yaitu kerak dan selubung, yang tebalnya sekitar 50-100 km. Lifosfer merupakan lempeng yang bergerak sehingga menimbulkan pergeseran benua. Penyusun utama lapisan lifosfer adalah batuan yang terdiri atas campuran antar mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat. Induk batuan pembentuk lifosfer adalah magma, yaitu batuan cair pijar yang bersuhu sangat tinggi dan terdapat di bawah kerak Bumi. Magma akan mengalami beberapa proses perubahan sampai menjadi batuan beku,batuan sedimen, dan batuan metamorf. Lifosfer terdiri atas dua bagian utama,yaitu sebagai berikut.
a.       Lapisan sial (Silisium dan alumunium), yaitu lapisan kulit Bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk Si02 dan Al2O3.. Pada lapisan sial (Silisium dan alumunium) ini, antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat didaratan benua. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak, bersifat padat, dan batu bertebaran rata-rata 35 km.
b.      Lapisan sima (silisium magnesium), yaitu lapisan kulit Bumi yang tersusun oleh logam-logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.
2.      Bagian cair (hidrosfer) yang terdiri atas berbagai bentuk ekosistem perairan seperti laut, danau, dan samudra. Hidrosfer merupakan senyawa gabungan antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen menjadi hidrogen karbondioksida (H2O). Hampir sekitar 71% dari permukaan Bumi merupakan wilayah perairan. Lapisan air yang menyelimuti seluruh permukaan Bumi disebut hidrosfer
3.      Bagian udara (atmofer) yang menyelimuti seluruh permukaan Bumi. Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti Bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer terjadi, terutama karena pengaruh pemanasan sinar matahari dan perputaran Bumi. Perputaran ini mengakibatkan massa udara bergerak sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai tempat dalam atmosfer dan menimbulkan arus angin.
4.      Biosfer, yaitu bagian yang ditempati oleh berbagai jenis organisme atau lapisan tempat tinggal makhluk hidup.termasuk semua biosfer adalah semua bagian permukaan Bumi yang dapat dihuni oleh makhluk hidup. Organisme hidup tersusun oleh berbagai unsur yang berasal dari biosfer, baik air, mineral maupun komponen-komponen penyusun atmosfer.secara fisik, biosfer terbagi menjadi tiga komponen, yaitu lifosfer, hidrosfer, dan atmosfer.
Salah satu bentuk lingkungan hidrosfer adalah terbentuknya gambut. Gambut terletak di antara atmosfer dan lifosfer, pada lain pihak tumbuh juga dalam hidrosfer. Gambut merupakan bentuk organis sebagai asal mula pembentukan batu bara, didalamnya hidup beragam mikroplankton yang amat cepat pertumbuhan, tetapi umurnya sangat pendek,dan ketika mati akan terendap dalam rawa. Lapisan gambut mengandung semua macam garam makanan tanaman yang terlarut dalam air tanah. Menurut kondisi dan bersifat-sifatnya, gambut dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.
a.       Gambut topogen, yaitu lapisan tanah gambut yang terbentuk karena genangan air yang terhambat drainasenya pada tanah-tanah cekung di belakang pantai, pedalaman atau pegunungan. Gambut jenisnya ini umumnya tidak begitu dalam, hingga sekitar 4 m saja, airnya tidak begitu asam, dan relatif subur dengan zat hara yang berasal dari lapisan tanah mineral di dasar cekungan, air sungai sisa-sisa tumbuhan, dan air hujan. Gambut topogen relatif tidak banyak di jumpai. Terdapat pada tanah dataran jawa (Pangandaran), Sumatra, dan di tanah pegunungan Jawa dan Sulawesi .
b.      Gambut ombrogen, sebagai gambut pantai, gambut ini lebih sering di jumpai, meskipun semua gambut ombrogen bermula sebagai gambut topogen.gambut ombrogen lebih tua umurnya.umumnya, lapisan gambut lebih tebal, hingga kedalaman 20 meter, dan permukaan tanah gambutnya lebih tinggi dari pada permukaan sungai didekatnya. Kandungan unsur hara tanah sangat terbatas, hanya bersumber dari lapisan gambut dan air hujan sehingga tidak subur.sungai atau drainase yang keluar dari wilayah gambut ombrogen mengalirkan air yang keasamannya tinggi (pH 3,0-4,5), mengandung banyak asam humus dan warnanya cokelat kehitaman seperti warna air teh yang pekat. Itulah sebabnya, sungai-sungai semacam itu di sebut juga sungai air hitam.
Gambut ombrogen kebanyakan terbentuk tidak jauh dari pantai. Tanah gambut ini kemungkinan bermula dari tanah endapan mangrove yang kemudian mengering; kandungann garam dan sulfide yang tinggi di tanah itu mengakibatkan hanya sedikit dihuni oleh jasad-jasad renik pengurai. Dengan demikian, lapisan gambut mulai terbentuk di atasnya.penelitian di Sarawak memperlihatkan bahwa gambut mulai terbentuk di atas lumpur mangrove sekitar 4.500 tahun yang lalu, pada awalnya dengan laju penimbunan sekitar 0,475m/100 tahun (pada kedalaman gambut 10-12m), tetapi kemudian menyusut hingga sekitar 0,223m/100 tahun pada kedalaman 0-5m. Agaknya semakin tua hutan di atas tanah gambut ini tumbuh semakin lamban akibat semakin berkurangnya ketersediaan hara. Terdapat di dataran tanah Sumatera, Kalimantan, dan Irian. Dikota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dibangun di atas lahan gambut ombrogen.
Di Bumi enam lempengan utama sebagai berikut.
1.      Lempengan Amerika, terdiri atas Amerika Utara dan Selatan serta setengah dari dasar bagian barat Samudra Atlantik.
2.      Lempengan Afrika, terdiri dari Afrika dan sebagian samudra sekitarnya.
3.      Lempengan Eurasia, terdiri dari Asia, Eropa, dan dasar laut sekitarnya.
4.      Lempengan India, yang meliputi anak benua dan dasar samudra sekitarnya.
5.      Lempengan Australia, terdiri atas Australia dan samudra di sikitarnya.
6.      Lempengan Pasifik, yang mendasari Samudra Pasifik.
 
PENUTUP
A.           Kesimpulan
Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, planet-planet kerdil/katai, dan satelit alami. Sedangkan asal usul tata surya masih berupa hipotesis, diantaranya adalah Hipotesis Nebula, Hipotesis Planetisimal, Hipotesis Pasang Surut Bintang, Hipotesis Kondensasi, dan Hipotesis Bintang Kembar.
Benda-benda langit penyusun utama tata surya adalah bintang dan Matahari, Planet-planet, Asteroid, Meteor dan Komet.
Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Secara struktur, lapisan Bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1.      Kerak Bumi (crush) merupakan kulit Bumi bagian luar (permukaan Bumi).
2.      Selimut atau selubung (mantle) terletak di bawah lapisan kerak Bumi.
3.      Inti Bumi (corel), yang terdiri atas material cair dan inti dalam merupakan pusat Bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km.

B.            Saran
Alam semesta sebanarnya suatu hal yang sebenarnya sangat penuh dengan misteri, bahkan hingga sekarang. Dalam pembahasan di makalah ini, masih banyak kekurangan, sehingga diharapkan pembaca mampu mencari refrensi yang lebih lengkap lagi. Mengingat perkembangan teknologi astronomi yang kian pesat tiap tahunnya, bukan tidak mungkin kemudian makalah ini menjadi tidak relevan lagi karena perubahan teknologi yang semakin maju.

Baca Selanjutnya » Makalah Tentang Tata Surya, Makalah Tentang Tata Surya Lengkap, Makalah Tentang Tata Surya Bagus, Atikel atau Makalah Tentang Tata Surya

Bakteri-Bakteri Yang Menguntungkan Manusia



Bakteri Yang Menguntungkan:
No
Nama Bakteri
Menguntungkan
Peranan Dalam Kehidupan
1.       
Bakteri Rhizobium
berguna menyuburkan tanah untuk meningkatkan kualitas pertanian

Bakteri ini berperan dalam mengikat nitrogen pada akar tanaman polong-polongan.

2.       
Bakteri Escherichia coli
Bakteri E. Coli yang berada di dalam usus besar manusia berfungi untuk menekan pertumbuhan bakteri jahat, dia juga membantu dalam proses pencernaan termasuk pembusukan sisa-sisa makanan dalam usus besar. Fungsi utama yang lain dari E. Coli adalah membantu memproduksi vitamin K melalui proses pembusukan sisa makan. Vitamin K berfungsi untuk pembekuan darah misalkan saat terjadi perdarahan seperti pada luka/mimisan vitamin K bisa membantu menghentikannya.
Bakteri ini berperan dalam proses pembusukkan sisa makanan
3.       
Bakteri Acetobacter xylinum
Bakteri ini bermanfaat untuk pembuatan nata decoco dan juga dapat digunakan untuk membuat suatu produk yang bermanfaat bagi manusia misalnya bakteri asam laktat yang menghasilkan yogurt.
berperan dalam pembuatan nata de’ coco.
4.       
Bakteri Pseudomonas sp
Membantu dalam pembuatan vitamin B.

berperan dalam pembuatan vitamin B.

5.       
Bakteri Candida krussei
Membantu
berperan dalam pembuatan cokelat.
6.       
Bakteri Pseudomonas
Bermnffat dalam pembusukan sampah organik dalam pembuatan cokelat.
berperan dalam pembusukan sampah organik.

7.       
Bakteri Streptococcus termophylus
Untuk membantu dalam pembuatan youghurt
berperan dalam pembuatan yoghurt.

8.       
Bakteri Streptococcus sp
Membantu dalam pembuatan keju.

berperan dalam pembuatan keju.


BAKTERI YANG MERUGIKAN
No
Nama Bakteri
Merugikan

9.       
Clostridium tetani
menyebabkan penyakit tetanus.

10.   
Corynebacterium dipteri
menyebabkan dipteri.

11.   
Staphylococcus aereus
menyerang saluran pernapasan.


12.   
Streptococcus pyogenes
menyerang sistem pernapasan.


13.   
Micrococcus gonorrhe
menyebabkan penyakit kelamin.




Baca Selanjutnya » Bakteri-Bakteri Yang Menguntungkan Manusia